Ekonomi

Harga Gula dan Tabung Gas Elpiji 3 Kg Meroket, Bupati Jember Ungkap Penyebabnya

Jumat, 26 April 2024 - 21:24 | 24.40k
Bupati Jember Hendy Siswanto saat membuka acara Si Rambo. (M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)
Bupati Jember Hendy Siswanto saat membuka acara Si Rambo. (M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Gula menjadi salah satu komoditas di Jember, Jawa Timur (Jatim) yang mengalami kenaikan harga beberapa hari belakangan.

Bupati Jember Hendy Siswanto angkat bicara menyoal kenaikan harga gula yang cukup signifikan tersebut.

Hendy mengatakan bahwa kenaikan harga gula saat ini disebabkan oleh tingginya permintaan di masyarakat.

Namun, hal tersebut tidak dapat diimbangi oleh daya produksi baik di tingkat petani maupun di pabrik.

"Saat ini kita masih bergantung pada gula sisa giling musim lalu. Bahkan ada beberapa yang masih impor dari daerah-daerah lainnya. Sehingga itulah yang menyebabkan harganya berkisar antara Rp15.000 sampai Rp17.000," kata Hendy saat menghadiri kegiatan Si Rambo (Sinergi dan Kolaborasi Mingguan Setiap Rabo) yang digelar di wisata air terjun Tujuh Bidadari, Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberjambe, Jember, Jumat (26/4/2024).

Dia menuturkan, Pabrik Gula (PG) Semboro masih belum melakukan produksi.

Pasalnya, saat ini belum memasuki masa panen tebu.

“PG Semboro sekarang masih belum mulai giling. Rencananya akan mulai giling pada bulan Mei besok. Sehingga nanti kami dapat menekan tingginya harga gula di sini,” jelas Hendy.

Sehingga tidak hanya mengalami lonjakan harga, Hendy juga mengungkapkan stok gula di pasar berpotensi mengalami kelangkaan.

Sehingga pihaknya meminta masyarakat dapat bersabar hingga produksi gula di PG Semboro kembali normal.

“Mei kita akan masuk ke musim giling. Semoga stok gula kita aman dan baik sehingga harga mampu ditekan dan masyarakat bisa kembali mengkonsumsi gula dengan harga yang normal,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan Si Rambo yang melibatkan seluruh jajaran Forkopimda dan OPD terkait itu, Hendy juga menyampaikan bahwa saat ini kenaikan harga juga masih terjadi pada tabung gas elpiji melon 3 kg.

Saat ini, gas elpiji bersubsidi pemerintah tersebut dibanderol dengan harga mencapai Rp26.000 hingga Rp29.000.

“Harga tabung gas elpiji 3 kg juga masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Itu karena mereka biasanya beli ke para pengecer dan bukan agen resmi makanya bisa dapat harga yang cenderung lebih mahal dan cara mengatasi hal tersebut adalah dengan membeli tabung gas elpiji 3 kg pada agen resminya langsung, jangan beli ke pengecer. Harganya terpaut sangat jauh, bahkan bisa selisih Rp5.000 sampai Rp7.000,” terangnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES