Ekonomi

Jelang Rekor MURI Jaranan Dor, Penjual Jaranan di Jombang Meraup Keberkahan

Sabtu, 04 Mei 2024 - 15:43 | 24.09k
Budi Hartono penjual jaranan atau kuda kepang saat ditemui di rumahnya di Dusun Padek Desa Banjardowo, Kabuh, Jombang. (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).
Budi Hartono penjual jaranan atau kuda kepang saat ditemui di rumahnya di Dusun Padek Desa Banjardowo, Kabuh, Jombang. (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, JOMBANGRekor MURI Jaranan Dor pada bulan Oktober mendatang menjadi berkah tersendiri bagi penjual jaranan di Jombang.

Salah satunya yakni Budi Hartono, warga Dusun Padek Desa Banjardowo Kecamatan Kabuh, Jombang. Ia mengaku bahwa musim rekor MURI kali ini telah membawa lonjakan keberkahan bagi penjual jaranan di wilayah Kabupaten Jombang.

Budi menjelaskan, adanya program pemecahan rekor MURI oleh Pemkab Jombang, tradisi jaranan dor sebagai bagian integral dari budaya lokal, telah meningkatkan permintaan ragam jaranan yang akan digelar dengan melibatkan sekitar ribuan pelajar TK, SD hingga SMP pada Oktober mendatang.

“Alhamdulillah, karena sekarang kan kebudayaan di Jombang ini ada jaranan, yang insyaAllah bulan Oktober mendatang sebagai rekor MURI oleh Pemkab Jombang, jadi alhamdulillah omzetnya meningkat,” ujar Budi Hartono, kepada TIMES Indonesia. Sabtu (4/5/2024).

Budi mengaku, yang sebelumnya penjual balon udara kini beralih sebagai penjual jaranan dikarenakan musim rekor MURI. Budi mengekspor langsung dari pengrajin di Kabupaten Kediri dan Nganjuk untuk dijual di Kabupaten Jombang.

“Kalau omzet, saya jujur gak pernah hitung. Tapi kalau harian saja, jualan sendiri seharinya laku 15 biji, per biji dijual 100-120 ribu rupiah tergantung ukurannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi juga mengapresiasi bahwa adanya program Pemkab Jombang akan mengadakan rekor MURI dapat membantu para pedagang kaki lima (PKL) atau UMKM lokal mengais rezeki dan berhasil bangkit melihat pertumbuhan positif dalam usahanya.

“Setahun ini mulai bangkit lagi. Pemasarannya sementara ini melayani di Terminal Ploso, Jombang. Mulai pukul 17.00 hingga 21.00. ada banyak ragam ukuran jara mulai dari yang kecil sampai yang jumbo,” ungkapnya.

Sementara, Indra pembeli jaranan dari Kecamatan Kabuh mengaku keberatan dan menyusahkan, karena hari ini Pemkab Jombang melalui Sekolah TK/SD hingga SMP akan menghadapi rekor MURI jaranan. Oleh karena itu siswa harus punya properti jaranan. Sekolah menginstruksikan bisa dibuat dari bahan kardus tanpa membeli, namun tidak tidak semua siswa bisa buat, karena semua butuh keterampilan, terkadang juga ada anak yang ingin beli jaranan asli.

"Mencari penjual jaranan dimana-mana tidak ketemu, karena kebutuhan untuk sang anaknya yang setiap hari menangis meminta dibelikan jaranan untuk latihan jaranan di sekolahnya, hal itu membuat orang tua resah karena harga jaranan yang begitu mahal hanya untuk rekor MURI," jelasnya.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES