Ekonomi

Jelang Idul Adha, DKPP Kabupaten Kediri Pastikan Dua Hal Berikut

Kamis, 30 Mei 2024 - 23:12 | 15.34k
Pemeriksaan kesehatan pada salah satu sapi di Kabupaten Kediri (Foto : Yobby/TIMES Indonesia)
Pemeriksaan kesehatan pada salah satu sapi di Kabupaten Kediri (Foto : Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Kediri dipastikan mencukupi untuk kebutuhan hari raya Idul Adha, yang jatuh pada 16 Juni 2024 mendatang.  

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri saat ini terdapat 12.094 ekor sapi, 18.304 ekor kambing dan 3.109 ekor domba yang siap menjadi hewan kurban.

Ketersediaan tersebut, jauh melampaui kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha tahun sebelumnya yakni 3.477 ekor sapi, 16.492 ekor kambing dan 1.867 ekor domba. 

Plt Kepala DKPP Kabupaten kediri drh Tutik Purwaningsih, memastikan Kabupaten Kediri memiliki ketersediaan hewan kurban mengalami surplus dan siap jika terjadi lonjakan permintaan hewan kurban. 

"Jika melihat data kami memang termasuk mencukupi. Ini kita evaluasi dari data pemotongan tahun kemarin. Katakanlah tahun kemarin pemotongan sapi 3.000 ekor, stok Kabupaten Kediri lebih dari 3.000 ekor. Misalkan nanti ada lonjakan permintaan, minimal di Kabupaten Kediri masih mencukupi," ungkapnya, Kamis (30/05/2024).

Tutik memastikan ketersediaan tersebut telah diperiksa sampai pada para peternak. Terutama para peternak sapi. "Kami telah melakukan cek, bagaimana data-data ketersediaan di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa saat Idul Adha nanti masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan kecukupan atau ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Kediri," tambahnya. 

Sementara itu selain memastikan ketersediaan hewan ternak, kesehatan hewan ternak juga menjadi fokus menjelang hari raya Idul Adha. Hal itu mengingat ancaman PMK dan LSD masih perlu diperhatikan. 

Tutik menambahkan, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan-hewan ternak yang akan dijual sebagai hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan mulai dari peternak, hingga titik-titik penjualan hewan seperti Pasar Hewan dan lapak hewan kurban. 

Sebelumnya, menurut Tutik, para petugas lapangan dari DKPP juga secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan ternak. 

"Setiap titik-titik yang melakukan kegiatan jual-beli hewan kurban, akan kita lakukan monitoring dan kita cek kesehatannya, sekaligus kita beri keterangan. Minimal dari kondisi hewannya sudah terpantau kesehatannya. Ada indikasi penyakit menular atau tidak," ungkapnya. 

Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan sempurna sebagai hewan kurban. Salah satunya dengan melihat apakah hewan ternak sudah poel, yang biasanya menjadi penanda apakah seekor hewan ternak baik sapi atau kambing  sudah cukup umur untuk menjadi hewan kurban. 

Selain itu juga akan diperiksa apakah hewan ternak tersebut telah menjalani vaksinasi melalui pemeriksaan eartag. 

"Kita lihat secara langsung apakah bulunya mengkilat, kemudian tidak demam, kemudian juga kalau untuk idul Adha harus sudah poel, tidak cacat. Kemudian kita lihat di skrotumnya juga apakah ada cacat, seperti itu," jelasnya.

Sementara itu salah satu peternak sapi bernama Ahmad mengungkapkan, di dua pekan menjelang Idul Adha ini, sudah terjadi peningkatan permintaan. "Yang sudah laku, sekitar 35 persen dari populasi kelompok," tutur peternak asal Plosoklaten itu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES