Ekonomi

Produk Sekam Bakar dari Gresik Diekspor ke Nagoya Jepang

Kamis, 06 Juni 2024 - 11:56 | 17.00k
Pelepasan ekspor sekam bakar (FOTO: Diskominfo Gresik for TIMES Indonesia).
Pelepasan ekspor sekam bakar (FOTO: Diskominfo Gresik for TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Produk sekam bakar dari Kabupaten Gresik Jawa Timur diekspor ke Nagoya Jepang. Pengiriman perdana ini dilepas Bupati Fandi Akhmad Yani.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu mengatakan, Gresik memiliki banyak potensi produk unggulan yang bisa menembus pasar ekspor. 

"Tidak disangka sekam bakar yang di produksi PT Aji Bakuh Anugrah bisa di ekspor ke Nagoya Jepang," katanya, Kamis (6/6/2024).

Terlebih lagi, lanjut bupati, ekspor perdana sekam bakar tersebut diinisiasi anak anak muda Gresik melalui Business Matching. 

Pihaknya menegaskan pentingnya memiliki semangat untuk berwirausaha dan mengembangkannya. 

"Saya ingin mengajak anak-anak muda yang memiliki passion di dunia usaha, bahwa ekspor tidak menjadi kendala para pengusaha lokal," ucap Gus Yani.

Dikatakan, pemerintah daerah tentunya akan terus mendukung dan mendorong agar kegiatan ekspor dapat ditingkatkan, dan dilakukan secara berkesinambungan.

"Kita akan menjadi bagian saksi sejarah, dulu masyarakat kita takut akan ekspor baik dari sisi ijinnya maupun administrasi. Dengan adanya klinik ekspor Bea Cukai, sekarang ada 60 perusahaan baik skala kecil sampai besar melakukan ekspor," ungkapnya.

Menurut dirinya, sektor ekspor impor akan dipotret, karena sebagai salah satu kunci untuk untuk memperbaiki perekonomian nasional dan daerah. Bukan hanya membantu para pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tetapi juga untuk menghasilkan devisa.

"PT Aji Bakuh Anugrah sebagai inspirasi anak anak muda di Gresik. Siapa sangka sekam bakar ini dapat menembus pasar ekspor. Saya ucapkan terima kasih kepada Bea Cukai dan Diskoperindag Gresik, yang terus memberikan bimbingan dan pendampingan kepada pelaku usaha di Gresik," terangnya.

Kepala Bea Cukai Gresik Wahyudi Ardianto menambahkan, Bea Cukai akan mendampingi para UMKM agar bisa ekspor melalui business matching dengan cara mencarikan pasar di luar negeri. Hal ini sejalan dengan fungsi Bea Cukai di bidang asistensi industri.

"Ekspor ini harus berkesinambungan, perlu diketahui sekam bakar ini dalam satu bulan dapat mengirim 8 kali sebanyak 11 ton dengan nilai 2,447.00 dolar atau setara dengan 38 juta rupiah untuk industri pengerasan baja di NagoyaJepang," imbuh dia menanggapi produk sekam bakar dari Gresik disekspor ke Nagoya Jepang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES