Ekonomi Derap Nusantara

Jumlah Ekspor Meningkat, Perajin Keramik di Purwokerto Perlu Regenerasi

Minggu, 23 Juni 2024 - 06:11 | 15.77k
Ilustrasi. Pembuatan keramik Purwokerto. (Foto: dok Visit Banjarnegara)
Ilustrasi. Pembuatan keramik Purwokerto. (Foto: dok Visit Banjarnegara)

TIMESINDONESIA, PURWOKERTO – Ekspor keramik Purwokerto meningkat pada tahun 2024 meningkat. Semakin banyaknya permintaan produksi keramik harus diimbangi dengan jumlah perajin yang produktif.

Saat ini perajin keramik di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memerlukan regenerasi dari kalangan kaum muda untuk melanjutkan usaha kerajinan rakyat tersebut.

"Sekarang yang jadi perajin keramik sudah pada tua. Kebanyakan orang tua, ada emak-emak, nenek hingga kakek-kakek," kata Nilah, seorang perajin keramik Plered di Purwakarta, dalam Antara, Minggu (23/6/2024).

Regenerasi diperlukan mengingat pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Purwakarta Dani Abdurahman yang optimistis ekspor keramik dari binaan UPTD Pengembangan Sentra Keramik Plered naik tahun ini.

Ekspor keramik sampai Mei 2024 sudah tercatat enam kontainer sedangkan tahun lalu hanya lima kontainer. Keramik Plered telah diekspor ke Turki, Amerika Serikat, Korea, dan berbagai negara lain.

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangan Sentra Keramik Plered, Purwakarta, memiliki 147 unit usaha dengan jumlah perajin 500 orang. Dari 147 unit terbagi dalam empat kategori yakni perajin pengelola bahan baku khusus, perajin produksi, pemasok yang punya warung (galeri) di sepanjang Jalan Raya Anjun, Plered, dan perajin ekspor.

Di tengah optimisme tersebut, kalangan perajin memerlukan regenerasi untuk memastikan keberlangsungan usaha itu. Nilah menyampaikan bahwa saat ini belum ada yang terlihat lagi dari kalangan anak muda yang menjadi perajin keramik di sekitar Kecamatan Plered, khususnya di Desa Anjun.

Kondisi itu terjadi karena kurangnya minat anak muda untuk menjadi perajin keramik padahal potensi pasar keramik Plered cukup bagus, dan kualitas produknya juga sudah diakui secara nasional dan internasional.

"Sekarang sudah tidak ada anak muda yang membuat keramik. Mereka seperti tidak tertarik dan lebih memilih bekerja di pabrik-pabrik," katanya.

Regenerasi yang tidak jalan ini dikhawatirkan oleh para perajin keramik karena anak muda adalah penerus untuk mengembangkan usaha keramik Plered yang sudah terkenal di mancanegara.

Ia berharap pemerintah membantu persoalan minimnya regenerasi perajin keramik. Hal tersebut bisa dilakukan melalui pelatihan-pelatihan seputar pembuatan keramik beserta pemasarannya kepada kaum muda.

Menurut dia, produk keramik Plered ini sudah diakui kualitasnya. Bahkan pada tahun ini keramik yang dihasilkan para perajin keramik Plered sudah diekspor ke sejumlah negara, diangkut dengan enam unit mobil kontainer.

Di antara jenis keramik yang diproduksi para perajin keramik Plered itu ialah keramik konstruksi, yang terdiri atas genteng, loster, bata merah dan lain-lain. Kemudian, keramik tradisional terdiri atas pot, kendi, ulekan dan pendil serta, jenis keramik hias dan fungsi seperti vas bunga dan keramik hias lainnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES