Ekonomi

Pemkab Bondowoso Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Belanja Susu

Selasa, 25 Juni 2024 - 15:44 | 15.34k
Penyerahan susu pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) kepada warga (FOTO: Prokopim for TIMES Indonesia)
Penyerahan susu pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) kepada warga (FOTO: Prokopim for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menggelontorkan anggaran Rp 1,9 miliar dari APBD awal 2024 untuk belanja susu

Susu tersebut khusus diberikan untuk penanganan stunting atau susu pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK). 

Bantuan susu sudah mulai dibagikan kepada penerima melalui masing-masing Puskesmas. Bahkan Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto meninjau pelaksanaan pemberian susu tersebut di Puskesmas Grujugan, dan Puskesmas Maesan, Kamis (20/6/2024). 

Susu tersebut diberikan secara gratis bagi balita dua tahun (Baduta) yang mengalami stunting, atau balita dengan kondisi penyakit tertentu. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Selamet Santoso menjelaskan, pemberian dan konsumsi susu PKMK ini tidak semerta-merta. Tetapi juga didampingi dokter spesialis anak. Sebab pemberian susu harus sesuai resep dari dokter spesialis anak. 

Ia juga mengungkapkan, kebutuhan susu untuk bayi stunting berbeda-berbeda, tergantung kondisi masing-masing anak. 

“Tidak semua balita stunting kebutuhan susunya sama. Ada yang mendapatkan enam tiap bulannya, ada delapan,” terang dia. 

Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto menjelaskan, pemberian susu untuk anak stunting ini memang sangat penting. 

Apalagi kata dia, target nasional angka stunting harus 14 persen akhir tahun ini. “Alhamdulillah kita sudah di bawah jauh,” imbuh dia. 

Tidak hanya susu kata dia, Dinkes juga memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan susu bagi ibu hamil. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya preventif mencegah stunting.

Salah seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Jambesari DS, Eka mengaku sangat bersyukur sekali dengan bantuan susu khusus untuk penanganan stunting ini. Apalagi harganya Rp109 ribuan. 

Ia mempunyai permasalahan dengan berat tubuh anaknya. Bahkan ia berencana mendatangi dokter spesialis anak. Kini anaknya berusia 15 bulan tetapi berat badannya hanya naik 1-2 ons per bulan. 

Kini berat badannya kata dia, naik jadi 6,8 kilogram. Bahkan, tak berhenti makan. “Tapi bidannya bilang sabar dulu, bantuan susu akan datang. Alhamdulillah, sudah dua bulan ini dikasih gratis tiap minggu di Puskesmas,” terang dia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES