Ekonomi

Misi Dagang Jatim Perdana 2024 di Bali, 4 Jam Tembus Transaksi Rp330 Miliar

Selasa, 25 Juni 2024 - 16:57 | 13.44k
Pj Gubernur Adhy saat meninjau pelaku usaha peserta Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Selasa (25/6/2024). (FOTO: Dok.Humas Pemprov Jatim
Pj Gubernur Adhy saat meninjau pelaku usaha peserta Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Selasa (25/6/2024). (FOTO: Dok.Humas Pemprov Jatim

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono secara resmi membuka Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Selasa (25/6/2024). 

Misi dagang yang diikuti oleh 176 pelaku usaha dari kedua provinsi ini, dibuka dengan pemukulan Kendang Bali oleh Pj Gubernur Adhy bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Iwan dan Kepala Disperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta.

Pj Gubernur Adhy mengatakan, misi dagang Jatim di Bali menjadi yang perdana pada tahun 2024. Sementara di tahun 2023, kegiatan misi dagang dilaksanakan sebanyak delapan kali dan menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp2,2 triliun dengan total sebanyak 258 komitmen transaksi. 

Misi-Dagang-dan-Investasi-2.jpgPj Gubernur Adhy saat acara Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Selasa (25/6/2024). (FOTO: Dok. Humas Pemprov Jatim)

"Bali ini adalah provinsi yang pertama. Meski begitu, semangat pelaku usahanya sangat tinggi. Dan alhamdulillah baru 4 jam diadakan, transaksinya sudah mencapai Rp330 miliar hingga pukul 11.00 WITA," ujarnya.

"Kita berharap hingga acara selesai, pukul 17.00 WITA, bisa tembus Rp500 miliar," tambahnya.

Dalam misi dagang ini, kata Adhy, juga menjadi ajang untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jatim dengan provinsi mitra.

Pertemuan antar pengusaha dalam misi dagang selalu berdampak pada kerja sama yang menguntungkan.

Misi dagang ini dinilai menjadi peluang ekonomi  baik bagi pelaku usaha Jatim maupun Bali. Khususnya dalam upaya menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis dan peluang investasi yang akhirnya mampu meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri, khususnya di Jatim dan Bali.

Lebih lanjut, Pj Gubernur Adhy menambahkan, misi dagang antara Jatim dan Bali sangat strategis. Hal ini terlihat dari neraca perdagangan kedua provinsi yang mengalami surplus Rp5,46 triliun.

Berdasarkan rilis BPS tahun 2023, tercatat nilai pembelian atau bongkar dari Bali sebesar Rp3,01 triliun.

Sedangkan total nilai penjualan atau muat ke Bali sebesar Rp8,47 triliun. Dengan demikian, total neraca perdagangan kedua provinsi adalah sebesar Rp11,48 triliun. 

Selama ini, Bali menyuplai beberapa komoditas utama seperti cengkeh, perlengkapan olahraga, buah kelapa, koper dan tas, skrap besi, bawang bombay, daging sapi, ikan beku, labu, joran dan komoditas lainnya.

Sebaliknya, Jatim juga banyak menyuplai komoditas ke Bali seperti komoditas saus, semen, kopi, kendaraan bermotor, sabun, telepon, minyak kelapa, makanan hewan, pasta mentah, beras dan komoditas lainnya ke Bali.

"Memang Bali menjadi salah satu dari 16 provinsi yang disuplai bahan makanannya dari Jatim. Provinsi lain ada NTB, NTT dan Maluku. Khusus NTT, permintaan bahan makanannya paling tinggi," ungkap Adhy.

Kendati kegiatan misi dagang menguntungkan secara ekonomi, Pj Gubernur Adhy mengimbau agar kolaborasi dalam pengembangan produk serta pemanfaatan teknologi juga patut dilakukan. 

"Kami menilai kegiatan ini jangan hanya menjadi kerja sama transaksional. Tetapi kita terus berkolaborasi mengembangkan produk yang ada, melakukam standarisasi internasional sehingga bisa bersaing di pasar global dan akhirnya mampu mendorong neraca perdagangan kita," ucapnya. 

"Tentu pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi dalam pembayaran juga sangat penting sehingga pada akhirnya kita dapat bergerak ke ekspor mancanegara," tambahnya.

Sementara itu Kepala Disperindag Provinsi Jatim Iwan menyampaikan, jumlah pelaku usaha yang diikutsertakan dalam misi dagang kali ini sebanyak 176 peserta.

"Dari 176 pelaku usaha yang ada, 100 berasal dari Bali dan 76 dari Jawa Timur," katanya. 

"Secara transaksi, sejak dibuka pada pukul 07:00 WITA hingga pukul 11:00 WITA, jumlah transaksi telah mencapai Rp330 miliar," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disperindag Bali I Wayan Jarta mengapresiasi kegiatan misi dagang dan investasi yang dilakukan Pemprov Jatim.

Ia berharap dengan adanya gelaran tersebut, mampu memperkuat kerja sama ekonomi antara Jatim dan Bali.

"Kami tentu berterima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya kegiatan ini. Memang betul bahwa Bali dari segi komoditas bahan pangan, selalu disupport oleh Jawa Timur," katanya.

Wayan juga berharap agar kerja sama tersebut akan terus berlanjut dan bahkan dapat meluas ke kerja sama di sektor-sektor lainnya.

Sebagai tambahan dalam gelaran misi dagang kali ini, juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama antar Kepala OPD Jatim dengan Bali, serta BUMD dan BUMS Jatim dengan Bali. Tak ketinggalan pula, PKS antar asosiasi yakni KADIN dan IWAPI antar kedua provinsi tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES