Ekonomi

Dewan Berharap Operasional Smelter Freeport Indonesia di Gresik Memiliki Multiplier Effect

Selasa, 02 Juli 2024 - 09:45 | 13.84k
Smelter Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus KEK JIIPE Kabupaten Gresik (Foto: PT Freeport Indonesia).
Smelter Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus KEK JIIPE Kabupaten Gresik (Foto: PT Freeport Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – dir="ltr">Operasional Smelter Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik diharapkan menjadi Multiplier Effect (Efek berganda) atas kegiatan perekonomian bagi daerah.

Termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal, sehingga menekan angka pengangguran di Gresik.

Sebagai informasi, smelter baru PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah diresmikan oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu. Smelter baru PTFI mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton.

Hingga akhir Mei 2024, investasi PTFI untuk pembangunan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia ini telah mencapai 3,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp58 triliun.

Ketua DPRD Gresik, M Abdul Qodir berharap agar memprioritaskan tenaga kerja lokal sehingga menekan angka pengangguran.

Apalagi, tingkat pengangguran di Gresik masih di angka 7 persenan. Hal ini harus dijadikan atensi bersama.

"Kami berharap Freeport juga ikut memikirkan pengangguran kita yang masih diangka 7, sekian persen. Artinya apa, harus ada serapan tenaga kerja lokal yang masif," katanya, Selasa (2/7/2024).

Selain itu, Abdul Qodir berharap adanya kemitraan dengan para pengusaha lokal di Kabupaten Gresik. 

Keberadaan Smelter PT Freeport Indonesia bisa memberikan multiplier effect yang dirasakan masyarakat. Kemitraan dengan para pengusaha lokal juga tidak kalah pentingnya untuk memastikan para pelaku usaha di Gresik. 

"Utamanya UMKM, UKM dan lain-lain bisa bermitra dengan Freeport," ucapnya. 

Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim mengatakan, ada sejumlah persoalan penyerapan tenaga kerja lokal. Dia berharap, kehadiran Smelter Freeport dapat menjadi stimulus bergeraknya ekonomi lokal.

"Kami berharap dapat menjadi stimulus bergeraknya ekonomi lokal. Kemudian bisa menjadi katub penyelesaian problem daerah utama nya di bidang ketenagakerjaan," kata Nurhamim. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES