Ekonomi

Minim Sentimen, IHSG Bervariasi, Profit Taking Mulai Terlihat pada Bank BUMN

Senin, 08 Juli 2024 - 17:29 | 10.73k
Ilustrasi perdagangan saham. (Foto: TIMES AI Academy)
Ilustrasi perdagangan saham. (Foto: TIMES AI Academy)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perdagangan di awal minggu kedua bulan Juli ini, Senin (8/7/2024), terlihat kurang begitu bersemangat.  IHSG hanya ditutup dengan koreksi tipis 2.395 poin (-0,033 persen) pada level 7.250,98, setelah pelaku pasar memilih mengambil posisi wait and see, menunggu perkembangan dari berita-berita terbaru.

Indeks dari Bursa Saham di kawasan Asia juga terlihat minim sentimen, setelah perdagangan di Bursa Tokyo berakhir dengan indeks Nikkei terkoreksi tipis 26,00 poin (-0,06 persen) dan ditutup pada level 40.867,50.  Indeks Hang Seng malah ditutup dengan koreksi yang cukup dalam, 275,55 (-1,55 persen) sehingga ditutup pada level 17.524,06.  Posisi penutupan indeks Hang Seng ini adalah posisi terendah terbaru (new low) dari pergerakan 2 bulan terakhir.

Pada pergerakan hari ini, menurut Satrio Utomo, pengamat Pasar Modal dari Komunitas Saham RencanaTrading, IHSG masih ditutup di atas support pertama 7.210.  Meskipun demikian, aksi profit taking terlihat mulai terjadi pada saham-saham perbankan Big Caps. 

Saham BBCA terlihat masih menjaga indeks dengan kenaikan sebesar 1,01 persen.  Akan tetapi, tekanan jual terlihat mulai terlihat pada tiga saham Big Caps yang lain, yaitu pada saham BBRI, BMRI, dan BBNI. 

Ia mengatakan, aksi profit taking pada ketiga saham perbankan plat merah itu, telah mengakhiri tren naik jangka pendek yang sedang berlangsung.  Pelaku pasar terlihat mulai melakukan aksi profit taking.

The Fed akan membuat keputusan mengenai suku bunga pada FOMC di akhir bulan, tanggal 30-31 Juli 2024 nanti.  Data ekonomi terakhir membuat sebagian dari pelaku pasar optimis bahwa penurunan suku bunga akan segera dilakukan. 

Meskipun demikian, keputusan The Fed itu masih berlangsung cukup lama, tiga minggu lagi, sehingga pelaku pasar yang mendapat untung dari kenaikan harga yang terjadi dalam dua-tiga minggu terakhir, memutuskan untuk melakukan aksi profit taking.

Berdasarkan pergerakan hari ini, IHSG besok diperkirakan juga masih akan bergerak bervariasi pada kisaran 7.215-7.265.  IHSG sedang berada dalam tren naik jangka pendek.  Penutupan dibawah S1 7215 akan mengakhir trend naik jangka pendek yang sedang berlangsung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES