Advertisement
Entertainment

Film 'Yowis Ben', Karya Anak Bangsa Lestarikan Bahasa Ibu

Film karya sineas Indonesia berjudul Yowis Ben, mulai dirilis pada 22 Februari 2018 mendatang. Film karya Bayu Skak, ini pun menjadi film yang berupaya melestarikan bahasa ibu.

TIMES Indonesia,
Film 'Yowis Ben', Karya Anak Bangsa Lestarikan Bahasa Ibu
Bayu Skak co sutradara sekaligus penulis naskah film Yowis Ben saat penayangan film perdananya di Malang Town Square. Minggu, 18/2/2018. (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Film karya sineas Indonesia berjudul Yowis Ben, mulai dirilis pada 22 Februari 2018 mendatang. Film karya Bayu Skak, ini pun menjadi film yang berupaya melestarikan bahasa ibu.

Produser Yowis Ben, Chand Parwez Servia, mengatakan film ini sangat unik dan menarik. Pasalnya, semua skenario ditulis dengan berbahasa Jawa. Film ini menambah karya film yang menggunakan bahasa daerah.

Advertisement

"Penggunaan bahasa ibu di perfilman ini adalah bukti keberagaman Indonesia," katanya saat ditemui di Java Dancer, Malang Town Square, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (18/2/2018).

Yowis-Ben-Bayu-Skak-3.jpg
Joshua Suherman (tengah)pemeran dalam film Yowis Ben saat dijumapai wartawan di Malang Town Square. Minggu, 18/2/2018.

Parwez menambahkan isu yang disampaikan pun sangat dekat dengan kehidupan, meliputi keluarga, masa sekolah SMA, persahabatan dan tentunya romantisme.

"Meski menggunakan bahasa Jawa, film Yowis Ben ini juga ada subtitlenya untuk mempermudah penonton," tambahnya.

Sedangkan, Sutradara Yowis Ben, Fajar Nugroz mengatakan untuk menguatkan latar, suting film pun dilakukan di Malang Raya. Film ini dikatakannya, meski berbahasa Jawa sekitar 80 persen, kisah Yowis Ben tetaplah universal.

Advertisement

Yowis-Ben-Bayu-Skak-2.jpg
Pemain, sutradara dan producer film Yowis Ben yang di tulis naskahnya oleh Bayu Skak saat pemutaran film perdana di Malang Town Square. Minggu, 18/2/2018.

"lni adalah kisah sekumpulan remaja yang tengah mengejar pembuktian bahwa mereka adalah remaja yang mampu berkarya, bisa berbuat sesuatu yang dibanggakan lingkungan dan keluarganya. Tema universal bagi remaja ini," terangnya.

Fajar berharap lewat ini mampu memotivasi para generasi muda, agar terus membawa jati diri daerah masing-masing untuk kemajuan Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia