Entertainment

Melihat Karya Apik 15 Perupa Gresik yang Penuh Makna

Minggu, 25 September 2022 - 11:23 | 21.96k
Pengunjung saat melihat karya dari Seniman Gasrug (Foto: Gasrug for TIMES Indonesia).
Pengunjung saat melihat karya dari Seniman Gasrug (Foto: Gasrug for TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Pameran seni kembali bergeliat. Salah satunya, sebanyak 15 perupa Gresik yang tergabung dalam komunitas Gerakan Seni Rupa Gresik (GASRUG) menggelar pameran seni rupa di Kota Surabaya.

Pameran perupa Gresik ini dibuka secara resmi dibuka pada Sabtu 24 September hingga 24 Oktober 2022 di Vin Autism Gallery, G Walk, Citraland Surabaya.

Advertisement

Para perupa Gresik yang tampil di pameran ini diantaranya adalah Aam Artbrow, Aly Waffa, Aris Daboel, A. Feri, Didik Triyoko, Joko Iwan, Kak Komang, Mujib Darjo, Riyanto, Rahmad Basuki, Rezzo Masduki, Yoni, Sahlul Fahmi, Subeki dan Sugihartono.

Dalam katalog pameran yang diterbitkan, kurator pameran seni rupa ini, A’ak Nurjaman menuliskan bahwa pameran ini merupakan pendapat para perupa Gresik yang tergabung dalam GASRUG, bahwa akhir-akhir ini manusia sedunia sedang dilanda gelombang baru dalam segala lini kehidupan.

Gelombang itu diawali oleh krisis global yang diyakini sebagai akibat pandemi Covid 19 yang melanda dunia selama lebih kurang dua setengah tahun. Seluruh manusia sedunia tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasanya.

Sementara kaum kapitalis memanfaatkan krisis dunia ini dengan meluncurkan teknologi informasi dengan dalih menangani permasalahan pendidikan. 

Sistem pendidikan yang dirancang melalui sistem komputerisasi teknologi informasi kemudian dilaksanakan dan menjadi sistem baru dalam dunia pendidikan dari mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pelaksanaan sistem pendidikan itu begitu menggema di setiap negara yang menjelmakan mitos-mitos baru yang menghantui setiap orang. 

Semua manusia, kini dikelilingi, diatur bahkan diperbudak oleh mitos-mitos yang setiap saat berkembang dan bermutasi melahirkan mitos-mitos baru.

A’ak Nurjaman juga menyebut jika karya-karya kelompok GASRUG mengetengahkan beragam inspirasi yang didasarkan pada pengalaman senimannya. Pengalaman merupakan sekumpulan data yang sangat berguna untuk menentukan langkah kita ke depan.

“Dan seni adalah suatu cara yang paling unik dalam menafsir dan memaknai pengalaman bahwa para perupa GASRUG berpendapat bahwa akhir-akhir ini manusia sedunia sedang dilanda gelombang baru dalam segala lini kehidupan,” kata A’ak Nurjaman, Sabtu (24/9/2022).

Sementara Ketua GASRUG Joko Iwan menambahkan jika pameran perupa Gresik di Vinaustism Gallery di Surabaya ini, menjadi ajang pameran bersama komunitas GASRUG di luar Gresik.

Sebelumnya, GASRUG juga pernah melakukan pameran bersama di [email protected] dan Galeri Raos, Batu Malang

GASRUG terbentuk sejak tahun 2016 yang menjadi wadah perupa Gresik. Sejauh ini kami secara rutin menggelar event Gresik Art setiap tahun di Gresik. 

"Dan sebagai salah satu usaha kami mengenalkan diri ke luar Gresik adalah dengan menggelar pameran-pameran di luar Kota Gresik," ujarnya 

Sebelum di Surabaya ini, para perupa Gresik yang memamerkan karya penuh makna ini juga lebih dulu pameran di Batu Malang. "Semoga setelah ini kami bisa menggelar pameran di kota-kota lain seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Denpasar". (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES