Film Susuk: Kutukan Kecantikan, Sisipkan Pesan untuk Perempuan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Film horor Indonesia sedang ramai diproduksi. Susuk: Kutukan Kecantikan salah satunya yang tengah tayang di bioskop.
Meski bergenre horor, namun produser Susuk: Ktutukan Kecantikan, Novi Habibi menegaskan film ini sarat akan pesan moral, terutama bagi perempuan.
Advertisement
"Film ini menarik ya, banyak pesan moral yang dapat dipetik, khususnya oleh penonton perempuan. Banyak perempuan yang merasa insecure dengan penampilannya," terang Novi seperti dikutip dari rejabar.
Karena rasa tidak percaya diri itu, banyak perempuan yang menggunakan cara instan untuk penampilan yang lebih menarik. Susuk-lah jawabannya.
Angga Dwimas Sasongko yang bertindak sebagai prodiser eksekutif film ini mengatakan film Susuk: Kutukan Kecantikan lebih dari sekadar film horor. "Ini paket lengkap ada dengan teror dan sentuhan gore," jelasnya.
Susuk: Kutukan Kecantikan mengisahkan tentang seorang gadis yang ingin berhenti bekerja sebagai PSK bernama Laras. Ia pun bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan sang adik Ayu.
Sayang Laras terlibat kecelakaan, dan kondisinya di antara hidup dan mati. Di mana tubunya hidup, namun badannya terus membusuk seperti mayat.
Dengan kondisi yang aneh tersebut, seorang kawan Arman bersama Ayu membantu mencari cara untuk menyembuhkan sang kakak. Setelah diketahui ternyata dalam tubuh Laras ternanam susuk. Supaya bisa sembuh, susuk itu harus dikeluarkan.
Sayang, susuk dalam tubuh Laras bukanlah susuk biasa, sehingga kondisi tubuh Laras makin memburuk. Meski demikian, Arman dan Ayu terus mencari cara bagaimana supaya susuk itu bisa dikeluarkan dari tubuh Laras. Arman dan Ayu pun menerima teror yang mengerikan.
Deretan aktor pemain film Susuk: Kutukan kecantikan. (FOTO: Instagram/@hanamalasan)
Mengenal susuk
Susuk menjadi bagian dari budaya di Nusantara. Sejak zaman nenek moyang banyak orang yang menggunakan susuk untuk berbagai keperluan.
Metode ghaib dengan memasukkan benda asing ini dilakukan untuk berbagai keperluan, Mulai dari pengasihan, pesugihan, hingga kecantikan atau ketampanan (awet muda). Tak hanya digunakan oleh orang biasa, banyak juga penari yang sengaja memasang susuk agar gerakan gemulainya dapat menghipnotis orang, harapannya tawaran menari semakin banyak (ramai).
Susuk sendiri bentuknya beragam, ada yang dari jarum emas, serbuk batu permata, serbuk berlian dan lainnya.
Susuk pun tidak bisa sembarangan dipasang, harus dilakukan oleh 'orang pintar'.
Susuk menjadi langkah instan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Namun ada dampak buruk akibat pemasangan susuk. Seperti gangguan jiwa, tekanan mental, hingga susah meninggal (antara hidup dan mati).
Susah meninggal seperti yang digambarkan dalam film Susuk: Kutukan Kecantikan. Film horor yang dibintangi oleh Hana Malasan, Ersya Aurelia, dan Jourdy Pranata itu sedang tayang di bioskop. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Dhina Chahyanti |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |