Entertainment

Mengenang Lagu Favorit Era 1990-an: 4 Lagu Legendaris yang Monumental

Rabu, 06 Maret 2024 - 00:15 | 20.81k
Ilustrasi - Mendengarkan Musik (FOTO: iStock)
Ilustrasi - Mendengarkan Musik (FOTO: iStock)

TIMESINDONESIA, MALANG – Era 1990-an adalah masa yang penuh warna dalam dunia musik. Banyak lagu-lagu berhasil mencuri hati pendengar dengan melodi yang khas dan lirik yang mengena. Ada beberapa lagu legendaris dan favorit yang ikonik pada era tersebut dan mengapa lagu-lagu itu masih tetap populer hingga saat ini?

1. "Smells Like Teen Spirit" - Nirvana

"Smells Like Teen Spirit" merupakan lagu yang tidak hanya mengguncang dunia musik rock pada era 1990-an, tetapi juga memengaruhi banyak generasi musisi setelahnya. 

Dengan riff gitar yang kuat dan lirik yang kuat, lagu ini menjadi simbol gerakan grunge yang sedang naik daun pada era 1990-an, menginspirasi gaya pakaian, gaya rambut, dan sikap mental generasi muda di seluruh dunia. 

Lagu ini juga bukan hanya sekadar sebuah karya musik, tetapi juga menjadi simbol dari semangat, ketidakpuasan, dan perlawanan dari generasi muda pada masa itu. 

Dengan lirik yang menggugah, gaya musik yang inovatif, dan konteks sosial yang kuat, lagu ini telah menjadi salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah musik rock.

Tidak dapat dipungkiri bahwa "Smells Like Teen Spirit" juga terkait erat dengan pengaruh Nirvana sebagai band. Dengan vokal khas Kurt Cobain, gaya panggung yang energik, dan identitas yang autentik, Nirvana mampu menarik perhatian publik dan menciptakan fanbase yang kuat. 

Kehadiran Nirvana dan "Smells Like Teen Spirit" dalam industri musik membawa angin segar dan memberikan alternatif yang berbeda dari arus musik utama pada masa itu.

2. "Wonderwall" - Oasis

"Wonderwall" adalah salah satu lagu yang mendefinisikan era Britpop pada tahun 1990-an. Dengan melodi yang sederhana namun menghanyutkan dan lirik yang puitis, lagu ini berhasil menempati posisi puncak tangga lagu di banyak negara. 

Ketika Oasis membawakan lagu ini, mereka tidak hanya menyampaikan lagu, tetapi juga sebuah perasaan universal tentang cinta dan kehilangan. Dengan melodi gitar yang sederhana namun kuat, lagu ini mampu menangkap perhatian pendengar sejak awal. Penggunaan akord-akord yang mudah diingat membuat lagu ini mudah dinyanyikan dan diingat oleh banyak orang.

Pengaruh besar lagu ini juga datang dari vokalis Oasis, Liam Gallagher yang khas. Suara unik dan penghayatan yang dalam dari vokalnya memberikan dimensi baru pada lagu ini. Gayanya yang penuh emosi dan penuh daya tarik membuat "Wonderwall" menjadi lagu yang sulit dilupakan.

Ditulis oleh Noel Gallagher, lirik-lirik lagu ini mencerminkan tentang perasaan cinta, kehilangan, dan harapan. Frasa-frasa seperti "Because maybe, you're gonna be the one that saves me" sangat menyentuh.

Lagu ini bukan hanya sekadar sebuah karya musik. Tetapi juga menjadi simbol dari romantisme, kehilangan, dan harapan. Dengan melodi yang ikonik, lirik yang menyentuh, dan vokal yang khas, "Wonderwall" telah menjadi salah satu lagu paling ikonik dan abadi dalam sejarah musik pop.

3. "I Will Always Love You" - Whitney Houston

"I Will Always Love You" merupakan lagu balada yang tak terlupakan dari soundtrack film "The Bodyguard" yang dibintangi oleh Whitney Houston.

Salah satu alasan utama mengapa "I Will Always Love You" begitu memukau adalah vokal yang luar biasa dari Whitney Houston. Dengan rentang vokal yang luas dan kekuatan vokal yang luar biasa, Whitney Houston mampu menghadirkan interpretasi yang mendalam dan menggugah dari lagu ini. Penggunaan teknik vokal yang sempurna, termasuk teknik belting yang kuat, membuat penampilan vokalnya tak tertandingi saat itu.

Lagu ini juga menonjol karena kemampuannya untuk menyampaikan emosi yang kuat kepada pendengar. Ditulis oleh Dolly Parton, lirik-liriknya mencerminkan tentang perpisahan yang penuh emosi dan kesetiaan yang abadi. Ketika Whitney Houston menyanyikan lagu ini dengan begitu penuh perasaan, pendengar dapat merasakan setiap kata dengan intensitas yang mendalam.

Aransemen musik yang megah juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan "I Will Always Love You". Dengan paduan instrumen orkestra yang indah dan penggunaan back-up vokal yang mengesankan, lagu ini memiliki nuansa yang megah dan epik. Aransemen ini tidak hanya memperkuat pesan emosional lagu, tetapi juga menambah dimensi artistik yang mendalam. 

Suara emas Whitney Houston yang kuat dan penghayatan emosi yang mendalam membuat lagu ini begitu memukau pendengar. Ditambah dengan aransemen musik yang indah, lagu ini dengan cepat menjadi favorit di seluruh dunia dan menjadi salah satu lagu balada paling ikonik dalam sejarah musik pop dunia.

4. "Tears in Heaven" - Eric Clapton

"Tears in Heaven" adalah lagu yang penuh dengan emosi yang dalam, ditulis oleh Eric Clapton bersama Will Jennings.

"Tears in Heaven" mampu memukau banyak pendengarnya karena emosi yang terpancar dalam liriknya. Lagu ini terinspirasi dari tragedi pribadi Eri Clapton tentang  kematian putranya, Conor, dalam kecelakaan pada tahun 1991. Lirik-liriknya yang penuh kesedihan dan kehilangan, seperti "Would it be the same if I saw you in heaven?", menggambarkan perasaan duka yang mendalam dan membuat pendengar terhubung secara emosional.

"Tears in Heaven" juga menonjol karena melodi yang indah dan menghanyutkan. Dengan sentuhan akustik yang lembut dan melodi gitar yang khas dari Eric Clapton, lagu ini memberikan nuansa mendalam bagi pendengarnya. Keindahan melodi lagu ini membuat lagu ini cocok untuk dinyanyikan dalam momen-momen introspeksi dan penghayatan pribadi.

Lagu ini berhasil juga mampu membangun keterhubungan emosional yang kuat dengan pendengar karena tema yang universal tentang kehilangan dan harapan. Karena setiap orang pernah mengalami kehilangan atau duka yang mendalam dalam hidupnya, "Tears in Heaven" mampu merangkul perasaan-perasaan tersebut dan menyediakan penghiburan bagi mereka yang sedang berduka.

Eric Clapton memperlihatkan kejujuran dan keberanian dalam mengekspresikan perasaannya melalui lagu ini. Dengan berbagi kisah pribadinya yang tragis, Eric Clapton menunjukkan kepada pendengar bahwa rasa sakit dan kesedihan adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Kesederhanaan dan kejujuran dalam ekspresi ini membuat lagu ini menjadi sangat autentik dan berarti bagi banyak orang.

Melambungnya lagu "Tears in Heaven" juga terkait erat dengan pengaruh Eric Clapton sebagai musisi legendaris. Dengan karir panjang yang penuh prestasi dan bakat yang luar biasa dalam bermusik, Eric Clapton mampu memenangkan hati banyak pendengar dengan karya-karyanya yang memukau. Karena reputasinya yang kuat sebagai seorang musisi yang mampu mengungkapkan emosi dengan jujur melalui musiknya, "Tears in Heaven" menjadi semakin berarti bagi para penggemarnya.

Lagu-lagu favorit dari era 1990-an adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah musik dunia. Dari "Smells Like Teen Spirit" yang bertenaga hingga "Tears in Heaven" yang penuh emosi, setiap lagu memiliki tempat istimewa dalam hati pendengarnya. Meskipun telah berlalu puluhan tahun, lagu-lagu ini tetap menjadi lagu legendaris monumental bagi banyak orang dan terus menginspirasi generasi musisi selanjutnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES