Entertainment

Dosen UIN Malang Jadi Penulis Skenario Film Layar Lebar "Tak Kenal Maka Tak Taaruf"

Selasa, 07 Mei 2024 - 16:16 | 28.14k
Penulis novel 'Tak Kenal Maka Taaruf' Mim Yudiarto bersama Dosen UIN Malang Whida Rositama dalam gelaran press conference di UIN Malang, Senin (7/5/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Penulis novel 'Tak Kenal Maka Taaruf' Mim Yudiarto bersama Dosen UIN Malang Whida Rositama dalam gelaran press conference di UIN Malang, Senin (7/5/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) dipercaya sebagai penulis naskah film 'Tak Kenal Maka Tak Taaruf'. Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama, karya Mim Yudiarto, dan akan ditayangkan di layar lebar atau bioskop.

Dosen UIN Malang tersebut adalah Widha Rositama M.Hum yang saat ini menjadi pengajar di Prodi Sastra Inggris Fakultas Humaniora. Penulis novel 'Tak Kenal Maka Ta,aruf', Mim Yudiarto mengatakan, alasan kenapa proyek besar ini dipercayakan kepada Whida adalah karena dia sudah berpengalaman dalam membuat skenario film.

"Saya pertama kali bertemu dengan Miss Whida ini adalah ketika acara bedah buku di Universitas Brawijaya. Waktu itu saya lihat buku karangan saya di tangan dia banyak coretanya (catatan). Kemudian sekalian dia saya tantang untuk membuat naskah film untuk novel ini," ucapnya.

Pihaknya pun mengaku telah membaca draf skenario film yang telah digarap oleh Whida. Dan dia mengaku sejauh ini garapan dosen UIN Malang ini sesuai dengan yang diharapkan oleh seluruh crew.

"Film ini rencananya akan rilis di bioskop pada bulan November mendatang. Saat ini prosesnya dalam tahap casting para pemain," terangnya.

Mim berharap, seluruh pesan yang ada di dalam novelnya bisa tersampaikan dalam bentuk audio visual. Sehingga para penonton tetap bisa belajar dari novel yang membahas tentang kehidupan anak muda ini.

Di tempat yang sama, Whida Rositama M.Hum menjelaskan, dirinya memang sudah beberapa kali menulis script film. Namun selama ini yang dia garap adalah film indi.

"Ini adalah script film pertama untuk layar lebar yang saya kerjakan. Banyak tantangan yang saya hadapi saat mengerjaakanya, tapi semua bisa terlalu dengan baik," ucapnya.

Pihaknya mengaku telah menyetorkan drart skenario film yang dia buat sejak bulan lalu. Dan kini, revisi demi revisi yang diminta oleh pihak produser juga telah dia penuhi. Pihaknya berharap, kolaborasi ini bisa menghasilkan karya yang luar biasa, dan bisa dinikmati serta membawa manfaat bagi banyak orang.

"Ini bukan hal yang mudah. Yang paling sulit adalah bagaimana menyatukan beberapa kepala orang menjadi satu dalam sebuah naskah, dan bagaimana pesan yang ada di novel bisa tetap tersampaikan. Tapi semua bisa dilalui, dan semoga ini bisa jadi karya yang bermanfaat," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES