Entertainment

Mengenal Primitive Chimpanzee, Band Cadas Asal Malang yang Baru Gelar Konser Tunggal

Senin, 20 Mei 2024 - 15:50 | 22.31k
Primitive Chimpanzee saat beraksi dipanggung konser tunggalnya di MCC. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)
Primitive Chimpanzee saat beraksi dipanggung konser tunggalnya di MCC. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGPrimitive Chimpanzee merupakan salah satu band cadas asal Malang yang kini sudah berusia 27 tahun. Band ini dikenal oleh kalangan pecinta musik underground berkat gaya nyentrik dan lirik-lirik yang nyeleneh.

Band yang digawangi oleh Agus Moron dan Victor cs ini, saat manggung selalu tampil dengan menggunakan kostum-kostum nyeleneh, mulai seragam satpam, topeng monyet, hingga bikini.

Salah satu lagu hitsnya, yakni Rawon Tuyul. Memang cukup aneh, tapi begitulah Primitive Chimpanzee.

Salah satu pendiri, yakni Agus Moron mengatakan, band ini terbentuk berkat pertemuannya dengan Victor di band hardcore metal bernama Strength Of Unity di tahun 1995.

"Ketika saya masuk (Strength of Unity) dan berjalannya waktu genre, ternyata pikirannya aku dan Victor ini sama," ujar Agus Moron, Senin (20/5/2024).

Karena merasa cocok satu sama lain, Agus Moron dan Victor pun memutuskan keluar dan membentuk Primitive Chimpanzee di tahun 1997.

Soal aksi panggung dan kostum nyeleneh itu, Agus mengaku terinspirasi dari band luar negeri bernama No Reedem Social Value (NRSC).

"Awalnya itu saya baca-baca majalah dan melihat ada NRSC ini. Awalnya lihat kok aneh, terus coba baca dan band ini yang menjadi kiblat kami," ungkapnya.

Baru-baru ini Primitive Chimpanzee baru saja merilis album terbaru bertajuk Makadam dan menggelar konser tunggalnya di Gedung Malang Creative Center (MCC), Sabtu (18/5/2024) lalu.

Aksi panggung yang saat itu menggunakan kostum gerombolan si berat, suku Indian hingga satpam mampu mengobati kerinduan para pecinta musik cadas Malang.

Album terbaru bertajuk Makadam ini berisikan 11 lagu dengan suasana eksplorasi musik yang cukup baru. 

Dalam konser tunggal, Primitive Chimpanzee tampil energik selama 120 menit yang dibagi dalam tiga sesi. Apalagi, kejutan konser tunggal pun terjadi saat Primitive Chimpanzee berkolaborasi dengan band Malang lainnya, yakni Antipathy dan Dazzle.

"Semoga penampilan kami dapat memuaskan kerinduan teman teman. Harapannya tidak berhenti sampai sini saja, tapi akan terus berlanjut. Tunggu saja aksi kita selanjutnya," ucapnya.

Sebagai informasi, Primitive Chimpanzee sendiri selama 27 tahun sudah memiliki sejumlah karya. Setidaknya, mereka sudah mengeluarkan 4 album, diantaranya Uncompromise Annihilation (2009), Blasteran Gendruwo (2013), Ruja (2021) dan Makadam (2024). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES