Entertainment

Ray Sahetapy Wafat, Dunia Perfilman dan Tokoh Publik Berduka

Rabu, 02 April 2025 - 14:00 | 21.52k
Ray Sahetapy bersama dengan menantunya, Merdi, dan putranya, Rama Putra Sahetapy. (Foto: instagram via detik.com)
Ray Sahetapy bersama dengan menantunya, Merdi, dan putranya, Rama Putra Sahetapy. (Foto: instagram via detik.com)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dunia perfilman Indonesia berduka atas kepergian aktor senior Ray Sahetapy yang meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Aktor senior itu mengembuskan napas terakhir di usia 68 tahun setelah berjuang melawan stroke yang dideritanya sejak 2023.

Ray Sahetapy, yang memiliki nama lengkap Ferenc Raymond Sahetapy, lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 1 Januari 1957. Ia memulai kariernya di industri perfilman dengan debut sebagai Jaka dalam film "Gadis" (1980). Sejak itu, ia membintangi berbagai film yang mengukuhkan namanya sebagai aktor papan atas Indonesia.

Advertisement

Dalam kancah perfilman internasional, Ray Sahetapy mendapat kesempatan tampil dalam film Marvel Cinematic Universe (MCU) "Captain America: Civil War" (2016). Meski adegannya sebagai juru lelang tidak masuk dalam versi final, namun akhirnya ditampilkan dalam "Infinity Saga Collector’s Edition" yang dirilis tiga tahun kemudian. Sutradara Joe Russo bahkan memuji totalitas akting Ray dan berharap dapat bekerja sama lagi di masa depan.

Ray dikenal sebagai aktor dengan nominasi terbanyak di Festival Film Indonesia (FFI), dengan tujuh kali masuk nominasi dan enam di antaranya sebagai Aktor Terbaik.

Beberapa film yang mengantarkannya ke nominasi FFI antara lain "Ponirah Terpidana" (1984), "Secangkir Kopi Pahit" (1985), "Kerikil-Kerikil Tajam" (1985), "Opera Jakarta" (1986), "Tatkala Mimpi Berakhir" (1988), dan "Jangan Bilang Siapa-Siapa" (1990).

Selain berkarier di dunia akting, Ray Sahetapy juga aktif dalam dunia teater dan komunitas seni. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai aktor yang mendalami peran dengan totalitas dan dedikasi tinggi.

Dari sisi kehidupan pribadi, Ray menikah dengan aktris senior Dewi Yull pada 1981 setelah membintangi film "Gadis" bersama. Meski pernikahan mereka sempat tak direstui karena perbedaan agama, Ray akhirnya menjadi mualaf pada 1992.

Mereka dikaruniai empat anak, termasuk Surya Sahetapy yang dikenal sebagai aktivis tuli. Sayangnya, pernikahan Ray dan Dewi berakhir pada 2004. Di tahun yang sama, ia menikahi Sri Respatini Kusumastuti.

Kabar duka ini juga menggugah banyak tokoh untuk menyampaikan belasungkawa. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang sosok Ray melalui akun X pribadinya, menyebut banyak kenangan yang mereka lalui bersama.

“Selamat jalan Bang Ray Sahetapy, semoga husnulkhatimah. Banyak kenangan dari Oncor Studio di Tebet, Moskow 1996, dan banyak lagi. Al Fatihah,” ujarnya dikutip Rabu (2/4/2025).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Menteri Kependudukan Isyana Bagoes Oka, hingga Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya juga turut menyampaikan duka cita mereka.

“RIP Bung Ray Sahetapy. Selamat jalan,” cuit Dasco melalui akun media sosial X pribadinya, @bang_dasco, dikutip Rabu (2/4/2025).

Ray Sahetapy tiada, namun warisan karyanya di dunia perfilman Indonesia akan terus dikenang. Selamat jalan, Bang Ray. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES