Flash News

Bersama Pesantren, MUI Jatim Wujudkan Pesantren Sehat dan Ramah Anak

Rabu, 26 Oktober 2022 - 18:52 | 17.47k
Bersama Pesantren, MUI Jatim Wujudkan Pesantren Sehat dan Ramah Anak
Pelaksanaan bimbingan teknik yang digelar oleh MUI Jatim di Ponpes Zainul Hasan Genggong. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOMajelis Ulama Indonesia atau MUI Jatim menggelar bimbingan teknik kesehatan pesantren pada sejumlah pesantren di Jawa Timur. Bimbingan itu dilakukan di Pondok Pesantren atau Ponpes Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/10/2022).

Ketua Umum MUI Jatim, KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan, kegiatan ini memang sangat layak untuk kondisi negeri setelah diterpa pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir. Tentu, kondisi pemulihan butuh waktu dan tahapan.

Oleh karena itu, kata Kiai Mutawakkil, melalui pesantren untuk menebar pesan-pesan kesebahan pada masyarakat ini merupakan langkah yang tepat. Terlebih lagi, pemerintah saat ini telah menjadi pesantren sebagai mitra strategis nasional dalam pembangunan negeri.

"Dalam hal ini, pesantren menjadi jembatan dan mampu mendekatkan pelayanan kesehatan dari komunitas pesantren terhadap masyarakat," ungkap Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo ini.

Diharapkan, program ini dapat terealisasikan dalam aksi nyata pada masyarakat di sekitar pesantren-pesantren.  Setiap pembaharuan yang dilakukan pesantren, selalu dan sangat berdampak pada masyarakat. 

Namun, lebih lanjut Kiai Mutawakkil menyampaikan, tema besar bimtek yang membawa prinsip ramah anak itu bukan berarti pesantren tidak ramah anak. 

MUI-Jatim-2.jpg

Justru sebaliknya, dari zaman dulu pesantren sudah menjadi tempat yang paling ramah anak. Sebab, banyak santri yang sudah mondok sejak kecil, misalnya sejak kelas 1 SD atau sekitar usia 6 tahun.

Hanya saja, belakangan ini banyak isu negatif yang berhembus pada kalangan pesantren. Sehingga membuat pesantren terkesan tidak sehat dalam mendidik generasi bangsa. Oleh karena itu, isu miring terhadap pesantren harus diperbaiki dengan menyampaikan pesan-pesan positif pada masyarakat, salah satunya kesehatan ini.

"Mari kita lestarikan dan jadikan pesantren sebagai rujukan masyarakat. Tidak hanya menjadi rujukan agama, pendidikan dan sebagainya. Melainkan juga menjadi rujukan terhadap ujung tombak pembangunan ekonomi masyarakat," paparnya.

Usai sambutan dan pembukaan dari Ketum MUI Jatim, KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. Dilanjutkan dengan bimbingan teknis yang dihadiri langsung oleh Lestari R selaku SKM Sub Koordinator Promkes dan PM Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur; Bambang W selaku Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur; Prof Dr dr Djoko Santoso selaku Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim; dan Sulikah Asmorowati selaku Wakil Dekan FISIP Universitas Airlangga Surabaya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES