Advertisement
Serba-Serbi

Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan 

Mural sering kita lihat di dinding di pinggir jalan atau trotoar. Bahkan, sering ditemui di dinding rumah atau bangunan yang sudah tidak terpakai atau tidak berpenghuni.

TIMES Indonesia,

MALANG Mural sering kita lihat di dinding di pinggir jalan atau trotoar. Bahkan, sering ditemui di dinding rumah atau bangunan yang sudah tidak terpakai atau tidak berpenghuni.

Mural sering dijadikan media untuk mengungkapkan atau mengkritisi masalah sosial dan lingkungan di sekitarnya. Dalam visualisasinya, mural sering menampilkan coretan kuas yang menggelitik bahkan cenderung esksentrik.

Advertisement

Seperti rangkaian dialog foto di atas, mural yang mengusung isu lingkungan itu ingin menyampaikan pesan penting: hilangnya pohon, berarti hilangnya harmoni atau keseimbangan di muka bumi ini.

Penebangan pohon yang tidak terukur dan bahkan terkesan sembarangan, justru akan kembali "menebang" keseimbangan alam. Tanah longsor, banjir, suhu meningkat atau apapun bentuk bergejolaknya alam adalah ulah manusia sendiri yang mengesampingkan kehidupan yang berdampingan dengan alam, termasuk pohon.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Adhitya Hendra
PenulisSarjana Ilmu Komunikasi UPN "VETERAN" Jawa Timur. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak 2017. Sebagai jurnalis foto (fotografer) dan penulis berita untuk TIMES Indonesia, aktif meliput isu lingkungan, ekonomi, sosial, politik dan peristiwa penting lainnya, serta dikenal sebagai pencerita visual yang menggunakan fotografi sebagai alat komunikasi. 
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia