Gaya Hidup

Komunitas Bos di Surabaya Friendship Club Berbagi Kiat Sukses Pimpin Perusahaan 

Sabtu, 01 Februari 2020 - 20:13 | 322.20k
Anggota Komunitas Surabaya Frienship Club berfoto bersama usai mengikuti seminar Be a Leader of Transformation di Hotel Swis-Bell, Manyar, Surabaya, Sabtu (1/2/2020). (Foto : Istimewa)
Anggota Komunitas Surabaya Frienship Club berfoto bersama usai mengikuti seminar Be a Leader of Transformation di Hotel Swis-Bell, Manyar, Surabaya, Sabtu (1/2/2020). (Foto : Istimewa)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Para pemilik perusahaan terkemuka di Surabaya yang tergabung dalam Surabaya Friendship Club (SFC) membagikan kiat menjadi pemimpin perusahaan. Acara dikemas dalam Be a Leader of Transformation di Hotel Swis-Bell, Manyar, Surabaya, Sabtu (1/2/2020). 

"Banyak perusahaan berpuluh-puluh tahun berdiri tetap bisa eksis dengan mengikuti perubahan zaman," kata Chief SFC Dendy Sean Thongiratama. 

Oleh sebab itu SFC menggaungkan Society 5.0 dengan upaya berkelanjutan, terbuka, serta membranding diri. 

"SFC menyatukan kerjasama yang baik antar anggota dan menjalin persahabatan untuk mengantar Surabaya mencapai puncak," jelas pria yang juga Direktur MPM Honda ini. 

Kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Yusuf Wiharto, Direktur PT Moga Djaya Viva. Dia mengatakan jika Viva Cosmetics terus melakukan tranformasi tanpa meninggalkan produk-produk legendaris mereka. 

"Belajar beradaptasi dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada itu sangat penting. Edukasi atau pendidikan itu perlu selama bukan mengejar titel atau gelar," kata owner Viva generasi ketiga tersebut saat menjadi pemateri. 

Edisi-Sabtu-01-Februari-2020-bos-surabaya-kumpulj-baruuupg.jpg

Sebagai langkah awal, PT Vita Pharm melakukan regenerasi di jajaran direksi dan rejuvenasi branding pada tahun 2006 silam. Transformasi dan produksi mulai dari peremajaan mesin hingga pemasaran. 

"Saya harus bisa beradaptasi begitu juga dengan Viva yang pernah dicap sebagai kosmetik ibu-ibu," ujarnya. 

Selain perusahaan swasta, salah satu perusahaan yang tergabung dalam komunitas ini adalah PLN sebagai perusahaan BUMN. 

"Program SFC memang luar biasa bagus banget, bisa mengumpulkan perusahaan-perusahaan baik swasta maupun BUMN," ungkap Tegar Hasadi, manager Strategi Pemasaran PLN Jawa Timur. 

Menurut Tegar, pemimpin harus mengetahui perkembangan dunia usaha dan mau menjadi pendengar bagi karyawan serta memahami keinginan kastamer. Sehingga dengan ketiga hal itu mewajibkan perusahaan untuk terus bertransformasi. 

PLN sendiri fokus pada tiga hal yaitu SDM, teknis distribusi dan inovasi produk bagi kepuasan pelanggan. 

"Perusahaan harus mengejar ketertinggalan, karena tidak mungkin ada perusahaan yang mempertahankan proses dan strategi bisnis dengan gaya lama," sambungnya di acara Surabaya Friendship Club. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Surabaya

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES