Gaya Hidup

Cegah Perilaku Menyimpang LGBT Lewat Pola Asuh Sejak Dini

Kamis, 12 Mei 2022 - 12:13 | 70.29k
Ilustrasi LGBT (Foto: thinkstock)
Ilustrasi LGBT (Foto: thinkstock)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mengasuh anak bukan pekara mudah bagi orang tua. Terlebih banyak hal baru yang menyimpang namun dianggap 'normal'. Salah satu contoh penyimpangan yang adalah LGBTQ. 

LGBTQ merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexsual, dan Transgender. Sekilas, LGBTQ merupakan bentuk penyimpangan terhadap orientasi seksual seseorang. Hal ini bisa dicegah dengan mulai memupuk pola asuh yang benar kedalam diri anak-anak sejak dini:

Advertisement

 1. Menanamkan Pendidikan Agama 

LGBTQ ditentang dalam semua agama. Oleh karenanya, pendalaman ilmu agama kepada anak-anak sejak dini sangat penting untuk menghindari perilaku LGBTQ kepada anak-anak saat sudah mengenal lawan jenisnya kelak. 

 2. Anak Perempuan Mendapatkan Kasih Sayang dari Ayah

Hubungan anak perempuan dengan ayahnya adalah hubungan yang sakral. Bagi anak perempuan, Ayah adalah sosok laki-laki yang pertama ditemui, dan bisa menjadi cinta pertamanya. Dari sini, anak akan melihat sudut pandang yang berbeda dalam memberikan kasih sayang dari lawan jenis terhadap dirinya.

 3. Berusaha Memberikan Perhatian Lebih

LGBTQ bisa muncul karena anak kurang mendapat perhatian dari orang tua. Hal ini menjadikan anak-anak mencari perhatian lebih di luar maupun di lingkungan sosialnya. Jika di rumah mereka tidak dapat perhatian yang cukup, maka anak-anak akan memiliki penafsiran yang salah mengenai kasih sayang baik dari sesama jenis maupun lawan jenis. 

4. Tidak Memperlakukan Anak Laki-laki Seperti Perempuan

Mungkin hal ini sudah jarang ditemukan di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi orang tua juga perlu mengetahui jika hal ini merupakan salah satu penyebab mengapa anak-anak ketika dewasa memiliki orientasi seksual yang menyimpang. 

 5. Hilangnya Figur Ayah 

Hilangnya figur ayah rupanya akan memberi dampak kepada anak laki-laki maupun perempuan. Seorang anak perempuan akan kehilangan cinta pertama mereka sedangkan anak laki-laki akan kehilangan sosok untuk menjadi figur laki-laki sejati untuk lingkungan mereka. 

Itulah beberapa cara yang bisa diterapkan oleh orang tua untuk menghindari terpupuknya perilaku penyimpangan seksual LGBTQ pada seorang anak. Dengan menjadi sosok yang selalu ada untuk mereka, niscaya hal tersebut akan mengukir memori baru dalam diri anak dan konsep mereka tentang kasih sayang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES