Gaya Hidup

Usung Konsep Zero Waste, Toko Nol Sampah Wajibkan Pembelinya Bawa Wadah Sendiri

Senin, 31 Oktober 2022 - 19:24 | 20.42k
Usung Konsep Zero Waste, Toko Nol Sampah Wajibkan Pembelinya Bawa Wadah Sendiri
Aneka ragam bumbu dapur yang tersedia di Toko Nol Sampah, Jalan Bima, Kota Bandung. (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Dilatarbelakangi atas kepeduliannya terhadap isu lingkungan, Toko Nol Sampah yang berada di bilangan Jalan Bima, Kota Bandung ini kemudian mengusung konsep zero waste dengan mewajibkan pembeli membawa wadah sendiri.

Sesuai dengan konsepnya zero waste, Siska Nirmala, Pemilik Toko Nol Sampah mengaku konsumen yang datang biasanya diwajibkan membawa wadah sendiri. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik.

Namun kata Siska, Toko Nol Sampah juga menyediakan wadah atau jar kaca bekas hasil donasi dan kantong kain bila konsumen tidak membawanya.

“Karena itu yang sering dicari sama teman-teman. Mereka ke sini pakai wadah sendiri, tapi kita juga menyediakan jar kaca bekas dan kantong kain lewat program donasi yang dibikin oleh kita. Ternyata yang mendonasi wadah ke kita juga banyak,” imbuhnya saat ditemui TIMES Indonesia di Toko Nol Sampah, Jalan Bima, Kota Bandung.

Toko-Nol-Sampah-2.jpgSiska Nirmala, Pemilik Toko Nol Sampah pegiat zero waste di tokonya Jalan Bima, Kota Bandung. (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

Siska pun menjelaskan, Toko Nol Sampah ini bisa memenuhi kebutuhan orang-orang yang ingin menerapkan konsep zero waste. Kelebihannya ungkap Siska, toko ini menyediakan semua kebutuhan bumbu dapur yang esensial.

Beberapa bumbu dapur esensial yang disediakan Toko Nol Sampah di antara seperti garam, gula, kaldu, merica, pasta, dan bumbu dapur lainnya.

“Sebenarnya bisa nemu kebutuhan rumah tangga yang tidak berkemasan di pasar tradisional, tapi nggak one stop shopping yakni di toko ini ada di toko yang lainnya nggak ada,”ucap dia.

Ia pun menyadari, segmentasi pasar toko berkonsep zero waste ini tidaklah sepopuler toko konvensional lainnya. Namun, setelah dijalani selama dua tahun ini, menurut dia, antusias konsumen di Bandung sangat bagus soal kepedulian konsep zero waste.

“Meskipun kalau ditanya berapa banyaknya itu jumlahnya masih jauh bila dibanding orang yang datang ke mini market,” ujarnya.

Namun, menurutnya, perkembangan masyarakat Kota bandung dalam menerapkan zero waste makin banyak dan diminati. Hal tersebut disebabkan tingkat kesadaran masyarakat yang mulai tergugah mengatasi persoalan sampah.

Ia juga mengaku secara personal telah menerapkan konsep zero waste ini sejak 10 tahun silam. “Jadi belajar meminimalisasi sampah di rumah, ngurangin produksi sampah, ngurangin konsumsi produk-produk kemasan yang sekali pakai itu dari 2012,” pungkas wanita kelahiran 1987 ini.

Selain itu, Toko Nol Sampah juga aktif pada acara-acara komunitas yang peduli terhadap isu-isu lingkungan seperti komunitas river clean up.

Toko-Nol-Sampah-3.jpgAneka ragam bumbu dapur yang tersedia di Toko Nol Sampah, Jalan Bima, Kota Bandung. (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

“Jadi, mereka kolaborasi dengan kita, dimana Toko Nol Sampah menyediakan snack yang ramah lingkungan atau zero waste. Kemasannya pakai daun pisang, jadi memang sifatnya tidak ada potensi sampah,” papar Siska yang sudah menjalani bisnisnya selama dua tahun ini.

Tidak seperti kebanyakan toko mainstream lainnya, Siska mengaku di Toko Nol Sampah ini pengunjung atau konsumen tidak hanya datang belanja, lalu pulang begitu saja. 

Namun, kata dia, sebagian dari mereka juga mendapatkan edukasi soal memanfaatkan sampah. Terlebih, ketika pengunjung selesai berbelanja terkadang mereka kerap berdiskusi ihwal bumbu masakan, komposter dan lainnya.

“Tiap mereka datang ke sini belanjanya mah bentar tapi ngobrolnya lama. Ngobrolnya bisa macam-macam bisa tentang menu masakan dari bumbu-bumbu ini atau tentang komposter dan semacamnya,” ungkapnya.

Melalui kampanye zero waste itulah Siska akhirnya sering menjadi pembicara dan melakukan beberapa aktivitas lainnya bersama komunitas peduli lingkungan.

“Secara pribadi aku jadi sering menjadi pembicara di beberapa kegiatan, seperti di kampus-kampus, sekolah umum, sekolah alam, homeschooling dan tentunya dengan komunitas-komunitas,” ujarnya.

Ia pun berharap Toko Nol Sampah bisa menjadi solusi terutama di Kota Bandung bagi mereka yang ingin menerapkan konsep zero waste.

“Saya harap makin banyak orang yang aware sama isu ini. Enggak cuma teman-teman generasi muda doang, tapi juga lintas generasi semuanya bisa memiliki rasa kepedulian terhadap isu sampah, khususnya di Kota Bandung dulu,” harap Pemilik Toko Nol Sampah, Siska Nirmala. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES