Gaya Hidup

Trend Busana Warna Barbie Naik Daun, Karita Optimis Bisnis Tumbuh 5 Persen

Rabu, 02 Agustus 2023 - 14:35 | 129.70k
Dua influencer hijab, Drupa Dewi Ikayani dan Mayang Tatu Balqis memilih busana di Karita Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (2/8/2023).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Dua influencer hijab, Drupa Dewi Ikayani dan Mayang Tatu Balqis memilih busana di Karita Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (2/8/2023).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Toko fashion busana muslim Karita target mengkatrol pertumbuhan bisnis pada tahun ini dengan angka cukup tipis di tengah persaingan kompetitor industri serupa. 

Store Manager Karita Surabaya, Rozza Bella Harmurtinus mengatakan, penjualan semester pertama 2023 mulai meningkat dibandingkan triwulan pertama tahun lalu. Kondisi pemulihan ekonomi juga turut memaksimalkan angka pertumbuhan bisnis. 

"Alhamdulillah untuk penjualan naik sekitar 10-15 persen year on year," terangnya, Rabu (2/8/2023). 

Kontribusi terbesar berasal dari penjualan perlengkapan ibadah. Seperti mukena dan sajadah. Kemudian disusul produk-produk fashion busana muslim serta kerudung hijab. 

Karita memiliki dua jalur market online dan offline berupa store di mall maupun road store di Jalan Ngagel Surabaya. 

Namun, Karita lebih fokus pada penjualan offline. Karena pengunjung bisa langsung merasakan bahan kain pada busana. 
Sedangkan penjualan online dipegang oleh admin pusat di Yogyakarta. 

"Untuk Karita Surabaya penjualan online  masih ada di angka 5 persen, kecil," tandasnya. 

Sementara penjualan offline memberi kontribusi terbesar terhadap bisnis Karita di Surabaya. Mulai store Karita di Ngagel, Royal Plaza, Tunjungan Plaza dan BG Junction. 

Rozza menambahkan, penjualan offline di road store lebih besar jika dibandingkan toko dalam mall sesuai target market. Road store Karita di Jalan Ngagel misalnya, mengusung kategori fashion lebih lengkap. 

Toko tersebut menghadirkan busana dengan harga sesuai target market tersebut namun dengan kualitas mumpuni. Rata-rata harga Rp200 ribu hingga Rp400 ribuan. 

"Setiap target market berbeda-beda," ujarnya. 

Ia mengakui persaingan industri fashion saat ini sangat ketat. Mulai penjualan offline hingga online sehingga harus mengikuti trend sedemikian rupa. 

"Kita benar-benar harus mengikuti trend dan harus tahu produk yang diinginkan customer seperti apa," ucapnya. 

Guna menggenjot target tersebut, ia mempersiapkan strategi di tengah persaingan. Antara lain menggencarkan marketing door to door, online, menggandeng influencer untuk meningkatkan brand dan brand awareness. 

Tak muluk-muluk, Rozza menargetkan pertumbuhan 5 persen pada tahun ini. 

"Itu udah sesuai inflasinya kita ya," katanya. 

Karita menyediakan fashion pria dan wanita serta aksesoris hijab dan perlengkapan ibadah termasuk custom seserahan hingga kado. 

Rozza juga mengatakan, trend busana muslim tahun ini lebih cenderung pada permainan warna berani, terang dan shocking. Dipadukan hijab segi empat modis berbahan satin maupun tile. 

Mode busana simple, elegan, casual warna nude dan pastel diminati oleh para pembeli yang rata-rata merupakan usia remaja.  Semester kedua ini, warna terang seperti Pink Mattel Barbie tengah naik daun. 

"Barbie itu kan warna-warni shocking ya itu jadi trend. Jadi ke depan kayaknya masih trend. Kalau tahun kemarin warna nude. Pergeseran trend itu cepat biasanya enam bulan sekali. Tapi biasanya akan kembali lagi, Karita alhamdulillah bisa mengikuti trend yang ada dan tentu berdampak pada penjualan di store," ujar Rozza. 

Saat rebranding Karita Store Tunjungan Plaza Surabaya misalnya. Sejumlah influencer nampak sibuk memilih busana. 

Trend terbaru warna-warni pink Mattel Barbie paling banyak dicari. 

Drupa Dewi Ikayani, influencer hijab mengaku saat ini baju model kemeja dan blazer dengan bawahan kulot, rok dan celana high waist masih menjadi pilihan.

Trend model ini biasanya timeless. Karena pergantian mode lebih cenderung pada perubahan motif dan warna. 

"Kalau jenis busana ini sampai kapanpun bisa dipakai," ujar Drupa. 

Influencer dan kebanyakan remaja menyukai model fungsional. Bisa untuk hang out maupun formal. 

"Pokoknya nyaman," ucap Drupa. 

Di Karita, Drupa kerap mencari sweater untuk busana santai. Sedangkan blazer dan kemeja ia pilih untuk nuansa acara formal. 

Seperti trend Barbie yang cukup menghebohkan dunia tahun ini. Drupa sengaja mengenakan setelah pink neon Mattel dan putih. 

Warna-warni terang ala cewek kue memang sedang booming. Namun, warna nude dan dark tetap memiliki loyalis fashion tersendiri. Terutama bagi pecinta fashion yang dikenal sebagai cewek bumi dan cewek black mamba. 

"Warna cewek bumi yang coklat-coklat gitu atau mamba kayak dark hitam pasti bakal trend terus," kata dia. 

Drupa juga berbagi tips, saat musim panas seperti ini ia menyarankan menggunakan busana minim layer dan furing agar tidak gerah. Boleh, asal tipis. Kemudian juga hindari menggunakan sweater. Gunakan kemeja berbahan dingin. 

"Kebetulan di Karita banyak kok pilihannya. Aku kenal Karita sejak 2021 udah lumayan lama hampir tiga tahun. Jadi banyak banget modelnya dan pastinya ngikutin trend," sambungnya.

Senada, Mayang Tatu Balqis, influencer hijab ini menyukai model blazer dan tunik. Cewek mamba tersebut senang padu padan dalaman kaos dan outer untuk tampilan sehari-hari dengan aksesoris sabuk. Untuk acara formal, ia menggunakan busana berbahan satin. 

"Outer di Karita banyak banget pilihannya," kata gadis kelahiran Jakarta itu. 

Mayang melihat trend 2023-2024 akan didominasi timeless outfit atau capsule wardrobe. 

Ia juga mengatakan, memiliki selera fashion sangat penting. Karena cara berpakaian seseorang pasti merepresentasikan dirinya. Seperti penyuka warna cerah, cenderung memiliki kepribadian ceria. Mayang Tatu mengaku mendapatkan semua kebutuhan fashion itu di Karita.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES