Gaya Hidup

Malas Bangun Pagi Bisa Jadi Tanda Kepintaran, Benarkah?

Senin, 25 September 2023 - 05:29 | 186.20k
Ilustrasi tidur. (Foto: SimonWell)
Ilustrasi tidur. (Foto: SimonWell)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beranjak dari kasur di pagi hari mungkin menjadi kesulitan tersendiri bagi sebagian orang. Tak sedikit pula yang merasa malas bangun di pagi hari, padahal suara alarm telah berbunyi. Namun, sebuah penelitian menarik mengungkap bahwa malas bangun pagi bisa menjadi tanda kepintaran.

Dilansir dari laman Brightside, sebuah penelitian dilakukan oleh seorang psikolog evolusioner Inggris, Satoshi Kanazawa, dan Kaja Perina yakni bertajuk Why Night Owls Are More Intelligent (Mengapa Burung Hantu Lebih Cerdas).

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sulit bangun pagi sebenarnya bisa dihubungkan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Namun, sebelum merasa terlalu senang dengan ini, ada lebih banyak yang perlu dipahami.

Menurut penelitian tersebut, kebanyakan orang zaman dahulu tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, sehingga sulit bangun pagi saat ini dapat dianggap sebagai sebuah tanda berpikir modern. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang mungkin lebih mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan modern, yang dapat diartikan sebagai tanda kepintaran.

Mengapa demikian? Karena enggan untuk bangun pagi sebenarnya bisa dianggap sebagai tanda inisiatif. Ini menunjukkan bahwa seseorang mendengarkan keinginan tubuhnya dan tidak membiarkan dirinya diperintah oleh jam. Ini juga bisa berarti bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk mencari minat mereka sendiri dan menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Namun, penelitian lain mengungkapkan bahwa orang yang tidur malam dan bangun lebih siang cenderung lebih bahagia. Penelitian dari University of Southampton melibatkan 1.229 wanita dan pria, serta memeriksa situasi sosioekonomi mereka. Hasilnya, orang yang tidur malam dan bangun setelah pukul 08:00 cenderung memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa tidur yang berlebihan juga dapat berdampak negatif. Studi lain menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 12 jam per hari memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Jadi, sementara malas bangun pagi bisa menjadi tanda kepintaran dalam beberapa konteks, tetap menjaga keseimbangan dan pola tidur yang sehat tetaplah penting. Yang terbaik adalah mendengarkan tubuh kalian dan mengikuti pola tidur yang sesuai dengan kebutuhan kalian.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES