Gaya Hidup

Jejak Sejarah Jembatan Pelor Kota Malang, Pernah Difungsikan Jadi Jalur Lori

Kamis, 28 September 2023 - 16:43 | 115.62k
Kondisi dan suasana Jembatan Pelor Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kondisi dan suasana Jembatan Pelor Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGJembatan Pelor Kota Malang yang kini digunakan sebagai jalan alternatif sepeda motor yang menghubungkan wilayah Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro-oro Dowo memiliki jejak sejarah panjang.

Pasalnya, sebelum difungsikan sebagai jalan alternatif sepeda motor, dulunya Jembatan Pelor tersebut berfungsi sebagai jalur lori pembawa tebu menuju Pabrik Gula (PG) Kebon Agung yang terletak di wilayah Kabupaten Malang.

Pemerhati budaya dan sejarah Kota Malang, Agung Buana mengatakan bahwa Jembatan Pelor tersebut dibangun tidak lama setelah PG Kebon Agung berdiri, yakni sekitar tahun 1905.

"Jadi PG Kebon Agung dibangun tahun 1905 dan tidak lama setelah itu, Jembatan Pelor dibangun," ujar Agung, Kamis (28/9/2023).

Ia mengungkapkan, saat itu wilayah Kelurahan Samaan dan sekitarnya masih berupa hamparan ladang tebu yang subur.

Tidak seperti sekarang yang menjadi kawasan Pasar, Makam maupun permukiman.

"Dulu untuk kebutuhan mengangkat hasil tebu tidak menggunakan transportasi truk, tapi lori. Oleh sebab itu, dibuatlah jalur rel lori termasuk Jembatan Pelor yang menghubungkan ladang tebu menuju pabrik. Dan biasanya rel lori ini berada di tepi ladang tebu," ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini yang dipakai oleh masyarakat sebagai jalur alternatif tersebut merupakan bangunan Jembatan Pelor sisi Utara. 

Sedangkan, lanjut Agung, untuk Jembatan Pelor sisi selatan sudah tidak ada lagi wujud bangunannya.

"Sebenarnya Jembatan Pelor ini terdiri dari dua jembatan. Pertama yang melintasi Sungai Brantas dan kedua, yakni sisi selatan yang melintasi Jalan BS Riadi. Nah sisi selatan yang sudah tidak ada lagi wujudnya, sekarang menjadi bangunan masjid," jelasnya.

Ia menuturkan tentang bagaimana skema jalur lori yang ada di Jembatan Pelor Kota Malang.

Rel lori tersebut, melintasi Jembatan Pelor lalu berbelok ke kanan di Jalan Raung, kemudian terus hingga ke Jalan Jakarta masuk wilayah Langsep sampai lewat Jalan Mergan Lori.

"Selanjutnya, belok ke kanan hingga sampai ke PG Kebon Agung itu," imbuhnya.

Ia tak tahu persis sejak kapan Jembatan Pelor tersebut mulai beralih fungsi dari rel lori kini menjadi jalur alternatif sepeda motor.

"Kalau saya menduga, perubahan fungsi itu terjadi di periode antara tahun 1950 hingga 1957. Dimana penggunaan lori di PG Kebon Agung sudah tidak lagi ke arah utara, lebih banyak diarahkan ke arah selatan, karena ladang tebu di area utara sudah menjadi permukiman," tandasnya.

Saat ini, seperti berita sebelumnya bahwa Jembatan Pelor Kota Malang dalam kondisi membahayakan. Sebab, tembok jembatan tersebut mengalami keretakan yang cukup parah.

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Malang pun bergerak untuk melakukan perbaikan sejak Kamis (28/9/2023) malam ini.

Rencananya, kawasan tersebut akan ditutup total selama kurang lebih 7 hari untuk melakukan perbaikan agar tidak lagi membahayakan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES