Gaya Hidup

Kenalan dengan Single's Day: Harbolnas 11.11 Warga China

Sabtu, 11 November 2023 - 00:21 | 66.63k
Taylor Swift tampil dalam Gala Single's Day 2019 yang diadakan oleh Alibaba. (FOTO: VCG/VCG VIA GETTY IMAGES)
Taylor Swift tampil dalam Gala Single's Day 2019 yang diadakan oleh Alibaba. (FOTO: VCG/VCG VIA GETTY IMAGES)

TIMESINDONESIA, JAKARTASingle's Day bukan hanya sekadar perayaan status jomblo, tetapi juga fenomena belanja yang merajalela di kalangan warga China. ,Kesempatan ini juga dikenal sebagai Harbolnas 11.11.

Berbeda dengan Black Friday atau Cyber Monday, Single's Day adalah momen belanja daring terbesar di dunia yang diadakan setiap tanggal 11 November. Mari kita kenali lebih jauh tentang fenomena ini dan bagaimana warga China merayakannya.

Asal Usul Single's Day

Single's Day berasal dari Universitas Nanjing di China pada tahun 1990-an. Tanggal 11 November (11/11) dipilih karena memiliki banyak angka satu, yang melambangkan kesendirian atau status lajang.

Awalnya, para mahasiswa merayakan hari ini dengan cara menyenangkan, seperti makan malam bersama teman atau mengadakan pesta kecil.

Namun, pada awal 2000-an, Alibaba, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di China, melihat potensi besar dalam menjadikan Single's Day sebagai festival belanja.

Jack Ma, pendiri Alibaba, memutuskan untuk mengubah konsep ini menjadi "Hari Belanja Online Nasional." Sejak saat itu, Single's Day menjadi momen belanja terbesar di dunia, mengalahkan popularitas Black Friday dan Cyber Monday.

Gebrakan Belanja Daring
Warga China merayakan Single's Day dengan melakukan pembelian daring melalui platform e-commerce. Alibaba, melalui platformnya seperti Tmall dan Taobao, menjadi pusat perhatian dengan menawarkan diskon besar-besaran, penawaran spesial, dan promo eksklusif selama 24 jam penuh. Selain Alibaba, perusahaan e-commerce lainnya seperti JD.com dan Pinduoduo juga ikut meramaikan pesta belanja ini.

Fenomena Midnight Sale

Salah satu ciri khas Single's Day adalah "Midnight Sale" yang dimulai tepat pada pukul 00:00 tanggal 11 November. Di tengah malam, jutaan warga China bersiap-siap untuk berburu diskon dan mengejar promo terbatas.

Platform e-commerce menjadi sangat sibuk, dan produk-produk terkenal seringkali habis dalam hitungan detik setelah dimulainya Midnight Sale.

Setiap tahun, Single's Day mencatat rekor penjualan yang mengesankan. Alibaba sering kali mengumumkan jumlah transaksi dalam hitungan menit setelah dimulainya perayaan ini.

Penjualan tidak hanya terbatas pada produk-produk lokal, tetapi juga melibatkan merek dan produk internasional. Para konsumen dapat menikmati diskon besar pada berbagai kategori, termasuk mode, elektronik, kosmetik, dan banyak lagi.

Pengaruh Global

Meskipun awalnya berasal dari China, fenomena Single's Day telah menyebar ke seluruh dunia. Banyak perusahaan luar China yang ikut serta dengan menawarkan promo khusus pada tanggal 11 November. Hal ini membuat Single's Day semakin dikenal sebagai hari belanja global yang meriah.

Single's Day, tidak hanya sekadar ajang belanja; ini adalah manifestasi kekuatan e-commerce dan bagaimana festival belanja dapat menjadi fenomena budaya yang mendunia.

Bagi warga China,Single's Day atau Harbolnas 11.11, adalah momen menyenangkan untuk merayakan kesendirian, sementara bagi pelaku bisnis, ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan penjualan dan meraih perhatian konsumen.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES