Gaya Hidup

Kisah Batu Akik Nabi Sulaiman yang Dicuri Jin Nakal

Jumat, 17 November 2023 - 09:02 | 63.60k
Batu Akik Pacitan yang terinspirasi dari cincin Nabi Sulaiman. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Batu Akik Pacitan yang terinspirasi dari cincin Nabi Sulaiman. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Siapa sangka, batu akik Nabi Sulaiman pernah menjadi incaran raja jin pada masanya. Hal ini lantaran cincin nabi yang sekaligus menjadi raja tersebut diriwayatkan memiliki daya magis tersendiri. 

Kisah batu akik Nabi Sulaiman itu seperti dalam buku yang ditulis Ahmad Zainal Abidin berjudul Cara Kaya Seperti Nabi Sulaiman. Banyak orang ingin memiliki cincin berdaya magis tersebut hingga suatu ketika hilang saat ditinggal berwudhu Sang Nabi Sulaiman. 

Setelah ditelisik, ternyata batu akik Nabi Sulaiman telah dicuri oleh sosok raja jin bernama Shohor. Batu itu diambilnya secara diam-diam saat sang pemilik mengambil air wudhu di sebuah tempat. 

Agar tidak ketahuan, Shohor merubah wujud aslinya menyerupai Nabi Sulaiman dan mengambil batu akik dari seorang pengikut bernama Aminah. Karena sangat mirip, Aminah tak menaruh curiga sedikitpun terhadap kelakuan raja jin yang nakal tersebut. 

Tak hanya itu, batu akik Nabi Sulaiman justru dimanfaatkan Shohor untuk menyamar sebagai Nabi Sulaiman guna mengelabuhi para punggawa kerajaan tanpa kecurigaan sedikitpun. 

Nabi Sulaiman yang geram lalu muncul dari balik singgasana kerajaan dan berseru dengan lantang, "Wahai para punggawa dan pembesar istana, akulah Sulaiman yang sesungguhnya."

Alih-alih menyadari, para punggawa justru tidak bergeming atas seruan Nabi Sulaiman hingga seolah membuat kewibawaan dan kebesaran Nabi Sulaiman sebagai raja hilang begitu saja. 

Nabi Sulaiman Pergi Meninggalkan Kerajaan untuk Bertapa

Nabi Sulaiman yang sedang dirundung kegamangan kemudian meninggalkan kerajaan dengan maksud muhasabah diri dan memohon ampun kepada Allah SWT. Adapun doa itu sebagaimana diabadikan dalam Alquran Surah Shaad ayat 35, berbunyi:

قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

Arab-Latin: Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba'dī, innaka antal-wahhāb

Artinya: Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". (QS. Shaad : 35)

Nabi Sulaiman Rela Bekerja Sebagai Nelayan

Dalam pengembaraannya, nabi yang juga putra Nabi Dawud itu tiba di sebuah tepi pantai dan memutuskan alih profesi sebagai nelayan pencari ikan. Sungguh tidak masuk akal. 

Pada suatu ketika, Ashif bin Barkhiya berkata bahwa batu akik Nabi Sulaiman telah dicuri oleh jin nakal. Sontak Shohor yang mendengarkan hal itu lantas bergegas menuju laut untuk membuang batu tersebut. Usut punya usut Shohor ketakutan jika Nabi Sulaiman mengetahui dirinyalah pencurinya. 

Nampaknya Allah SWT tidak membiarkan batu akik Nabi Sulaiman tersebut hilang begitu saja. Atas seizin-Nya, batu akik yang dibuang Shohor dimakan seekor ikan salmon. 

Nabi Sulaiman pun bergegas menangkap ikan salmon tersebut untuk dibelah perutnya. Di akhir cerita, batu akik Nabi Sulaiman yang sempat dicuri jin nakal Shohor itu didapati kembali dengan utuh. 

Nabi Sulaiman merupakan salah satu utusan Allah SWT yang dikaruniai beragam mukjizat. Salah satunya sebagai pengendali jin dengan wasilah perantara batu akik. 

Selain dianugerahi banyak mukjizat, Nabi Sulaiman mampu memahami bahasa hewan, seperti tertulis dalam Kitab Qishatul Anbiya karya Syekh Ibnu Katsir. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES