Hadi Prayitno, Perajin Botol Plastik Bekas dari Borobudur
Hadi Prayitno (50) mampu memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai jual. ... ...

MAGELANG – Hadi Prayitno (50) mampu memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai jual. Merasa prihatin dengan keberadaan sampah anorganik utamanya botol plastik, perajin botol plastik bekas ini berupaya mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Pengalaman hidupnya menjadi seorang penjual minyak wangi keliling dan Anak Buah Kapal (ABK) mampu mengasah mental dan keterampilan hidupnya.
Setelah tidak lagi menjadi karyawan di perusahaan tempatnya bekerja, tekad Hadi semakin bulat untuk membuat karya seni dari botol plastik bekas, menjadi kerajinan tangan yang berarti.
Pada 2016, ia memutuskan untuk mulai mengolah sampah botol plastik yang ada, menjadi sebuah kerajinan.
"Di awal usaha, saya mengumpulkan paralon-paralon bekas, harapannya setelah saya olah akan menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni. Namun karena keterbatasan pasokan akhirnya saya beralih, mencoba menggunakan botol bekas yang terbuat dari plastik," terang Hadi kepada TIMES Indonesia.

Di rumahnya, di Desa Kembangarum, Kecamatan Borobudur, Hadi mulai mewujudkannya impiannya. Botol- botol plastik yang telah ia kumpulkan, kemudian dibersihkan dan ia coba kreasikan agar menjadi sesuatu yang akan memiliki nilai seni, keindahan dan lebih bermanfaat selain memperhatikan nilai ekonomis.
Menggunakan alat pemanas sejenis solder yang telah dimodifikasi dan sebuah adaptor 5 Ampere, Hadi Prayitno membuat berbagai hiasan berbahan botol plastik bekas.
Vas bunga, kupu-kupu, lambang negara Garuda Pancasila, lampu hias kuno, burung merak, wayang, dan patung, berhasil ia ciptakan.
"Pencapaian yang paling memuaskan adalah ketika saya berhasil membuat miniatur Garuda Pancasila yang sangat mendetail," ucap Hadi.
Berbagi Inspirasi

Keahlian yang ia miliki tidak ingin disimpannya sendiri. Di rumahnya, Hadi juga membuka galeri seni yang ia beri nama, Galeri BOSTIK atau botol sampah plastik kreatif.
Karya seni Hadi Prayitno pun telah diakui oleh pemerintah. Pada 2018, ia menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia atas karyanya yang telah memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Tahun 2019, ia juga pernah mendampingi anak SLB MP Kota Magelang untuk mengikuti lomba kreasi pemanfaatan limbah plastik di Lombok, NTB. Saat itu anak yang ia bimbing juga meraih Juara 1 Tingkat Nasional.
Karena keterampilan yang ia miliki, Jianhui Sorang desainer asal London, pernah bertandang ke rumahnya untuk memesan pernak-pernik yang akan dipadukan dengan busana rancangannya.
Selain itu, Hadi juga kerap memberi pelatihan dan mengikuti berbagai event yang ada, baik di Kota Magelang atau sekitarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


