Gaya Hidup

Hadi Prayitno, Perajin Botol Plastik Bekas dari Borobudur

Jumat, 01 Maret 2024 - 16:03 | 25.70k
Hadi Prayitno saat mengikuti event, Bakoelan Magelang, di Gedung Lokabudaya, Alun-Alun Selatan Kota Magelang pada Februari lalu. (FOTO: Catur Arif/ TIMES Indonesia)
Hadi Prayitno saat mengikuti event, Bakoelan Magelang, di Gedung Lokabudaya, Alun-Alun Selatan Kota Magelang pada Februari lalu. (FOTO: Catur Arif/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MAGELANGHadi Prayitno (50) mampu memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai jual. Merasa prihatin dengan keberadaan sampah anorganik utamanya botol plastik, perajin botol plastik bekas ini berupaya mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Pengalaman hidupnya menjadi seorang penjual minyak wangi keliling dan Anak Buah Kapal (ABK) mampu mengasah mental dan keterampilan hidupnya.

Setelah tidak lagi menjadi karyawan di perusahaan tempatnya bekerja, tekad Hadi semakin bulat untuk membuat karya seni dari botol plastik bekas, menjadi kerajinan tangan yang berarti.

Pada 2016, ia memutuskan untuk mulai mengolah sampah botol plastik yang ada, menjadi sebuah kerajinan.

"Di awal usaha, saya mengumpulkan paralon-paralon bekas, harapannya setelah saya olah akan menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni. Namun karena keterbatasan pasokan akhirnya saya beralih, mencoba menggunakan botol bekas yang terbuat dari plastik," terang Hadi kepada TIMES Indonesia.

Hadi-Prayitnoa.jpgHadi Prayitno berfoto bersama hasil karyanya, kepala kerbau yang dibuat menggunakan botol plastik bekas. (FOTO: Catur Arif/ TIMES Indonesia)

Di rumahnya, di Desa Kembangarum, Kecamatan Borobudur, Hadi mulai mewujudkannya impiannya. Botol- botol plastik yang telah ia kumpulkan, kemudian dibersihkan dan ia coba kreasikan agar menjadi sesuatu yang akan memiliki nilai seni, keindahan dan lebih bermanfaat selain memperhatikan nilai ekonomis.

Menggunakan alat pemanas sejenis solder yang telah dimodifikasi dan sebuah adaptor 5 Ampere, Hadi Prayitno membuat berbagai hiasan berbahan botol plastik bekas.

Vas bunga, kupu-kupu, lambang negara Garuda Pancasila, lampu hias kuno, burung merak, wayang, dan patung, berhasil ia ciptakan.

"Pencapaian yang paling memuaskan adalah ketika saya berhasil membuat  miniatur Garuda Pancasila yang sangat mendetail," ucap Hadi.

Berbagi Inspirasi

Kerajinan-Hadi-Prayitno.jpgBurung Merak dari botol plastik bekas, salah satu karya Hadi Prayitno yang banyak menarik perhatian. (Foto: Catur Arif/ TIMES Indonesia)

Keahlian yang ia miliki tidak ingin disimpannya sendiri. Di rumahnya, Hadi  juga membuka galeri seni yang ia beri nama, Galeri BOSTIK atau botol sampah plastik kreatif.

Karya seni Hadi Prayitno pun telah diakui oleh pemerintah. Pada  2018, ia menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia atas karyanya yang telah memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Tahun 2019, ia juga pernah mendampingi anak SLB MP Kota Magelang untuk mengikuti lomba kreasi pemanfaatan limbah plastik di Lombok, NTB. Saat itu anak yang ia bimbing juga meraih Juara 1 Tingkat Nasional.

Karena keterampilan yang ia miliki, Jianhui Sorang desainer asal London, pernah bertandang ke rumahnya untuk memesan pernak-pernik yang akan dipadukan dengan busana rancangannya.

Selain itu, Hadi juga kerap memberi pelatihan dan mengikuti berbagai event yang ada, baik di Kota Magelang atau sekitarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES