Gaya Hidup

Tempat Santai dan Menikmati Kopi di Dapur Babah Koffie by Kawisari

Kamis, 02 Mei 2024 - 09:04 | 48.71k

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dapur Babah Elite, destinasi kuliner yang terkenal dengan warisan budayanya yang kaya, kini memiliki ruang khusus untuk bersantai dan menikmati kopi: Dapur Babah Koffie by Kawisari. Terletak di sisi Tao
Bar (bagian samping restoran) dan Garden (bagian belakang), area baru Hotel Tugu Malang ini menjanjikan pengalaman yang unik bagi para pengunjungnya.

Kopi yang digunakan di Dapur Babah Koffie by Kawisari adalah kopi Kawisari, yang berasal dari perkebunan sendiri. Perkebunan ini merupakan perkebunan kopi pertama di Pulau Jawa dan terletak di lereng Gunung Kawi, Gunung Kelud. Dengan setiap tegukan kopi, Anda akan merasakan kekayaan warisan budaya dan keindahan alam yang mempesona.

Menikmati kopi di sini mungkin akan membawa Anda ke kenangan masa kolonial. Dapur Babah Koffie by Kawisari berada di kawasan yang dulunya merupakan salah satu lokasi elit yang digemari oleh orang- orang Belanda untuk berkunjung. Para pemuda Belanda sering datang untuk berkumpul bersama keluarga, menikmati secangkir kopi sambil menonton pertunjukan opera.

Berbagai varian kopi tersedia di sini, mulai dari minuman hangat hingga minuman dingin yang menyegarkan. Espresso con Panna adalah pilihan yang sempurna untuk pecinta kopi yang menginginkan kombinasi espresso yang kuat dengan whipped cream lembut. Sedangkan Javanese Coffee menawarkan rasa kopi Indonesia yang khas, kuat, dan beraroma tanah.

Bagi yang menyukai minuman dingin, Ice Caramel Macchiato merupakan pilihan yang tepat dengan campuran espresso, susu, vanilla, dan sirup karamel yang menggoda. Sementara Frozen Cappucino adalah pilihan yang menyegarkan dengan campuran espresso yang kaya dan creamy delight yang sempurna untuk dinikmati dalam suasana yang santai. Selain itu, tersedia pula berbagai camilan yang cocok sebagai teman menikmati kopi, mulai dari Bitterbalen, Pisang Goreng Radja, Proffertjes hingga tahu petis.

Interior Dapur Babah Koffie by Kawisari dipengaruhi oleh gaya peranakan Babah dan Njonja. Di area garden, Anda masih dapat menemukan perabot kuno peninggalan Babah Njonja dari zaman dulu yang digunakan untuk memasak. Patung dewa yang berada di sana memberikan keberkahan pada keluarga dan hidangan yang disajikan. Sejarah menu dari peranakan Jawa Tionghoa (Babah) yang dipengaruhi oleh masakan zaman kolonial juga tercermin dalam menu kami dengan adanya hidangan Belanda yang khas.

Dapur Babah Koffie by Kawisari mengundang Anda untuk menikmati pengalaman kopi yang unik sambil merasakan kehangatan dan kekayaan budaya yang kami tawarkan.

dapur-babah-kofie-tugu.jpg

Tentang Babah Coffee

Sejarah 'BABAH COFFEE' Babah Coffee telah ada sejak tahun 1845, dihasilkan dari perkebunan di desa Kawisari, Wlingi Blitar, Jawa Timur. Pada masa itu, perkebunan terdiri dari banyak perkebunan kecil yang dimiliki oleh masyarakat. Ada seorang pedagang kopi Babah yang tidak dikenal namanya, yang selalu membeli semua biji kopi dari masyarakat dan menjualnya sebagai bubuk kopi dengan merek 'Babah Coffee'.

Selama masa Hindia Belanda, di perkebunan terjadi tradisi yang menarik, yaitu kadang-kadang para pekerja diberi waktu khusus untuk menikmati kopi dari perkebunan mereka sendiri, disertai dengan makanan ringan yang juga dibuat dari bahan yang ditemukan di perkebunan yang sama.

Hotel Tugu Group, dengan semangatnya untuk menghidupkan kembali tradisi zaman dulu, kini telah menghidupkan kembali ritual kopi yang indah di perkebunan. Mereka menggunakan kereta antik yang dihiasi dengan iklan lama tentang kopi Babah untuk menyajikan camilan kepada para pekerja. Kopi disajikan dalam cangkir super kecil, yang membuat orang hanya perlu mencicipinya menggunakan ujung
lidah tanpa perlu meminumnya.

Saat menikmati kopi, para pekerja juga disuguhi dengan berbagai makanan ringan tradisional seperti pisang rebus, pisang goreng, kicak, ireng-ireng, pecel punten, kacang rebus, jadah, getuk, cenil, tiwul,
lemet, jagung rebus, unter-unter, iwel-iwel, dan lain sebagainya. Mereka juga dihibur dengan uro-uro, lagu tradisional desa yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi wanita tunggal yang diiringi oleh musik
gamelan sederhana.

Atmosfer asli saat menikmati kopi di perkebunan yang indah bersama para pekerja yang tulus sungguh pengalaman yang istimewa. Ini merupakan bentuk dedikasi Hotel Tugu Group untuk menghidupkan
kembali tradisi dan sejarah masa lalu negara.

Kontak:
Babah Koffie by Kawisari est 1870:
Jl. Veteran | No. 18-19, Gambir, Jakarta
Mail: [email protected] | Phone: 0851-0060-2256

Kontak Kawisari Coffee Plantation:
Pabrik Perkebunan Kopi, Cengkeh dan Sengon (PT. Dewi Sri, Pkb. Sengon, Ngadirenggo, Wlingi, Blitar,
East Java 66184 ) | Mail: [email protected] Phone: +62 361 - 4731701 / +62 811 388 3553 (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES