Gaya Hidup

Tak Hanya Melatih Konsentrasi, Ini Manfaat Ajak Anak Berkegiatan di Alam Terbuka

Kamis, 09 Mei 2024 - 02:34 | 52.99k
Ilustrasi - anak bermain di alam tebuka (Foto: theasianparent)
Ilustrasi - anak bermain di alam tebuka (Foto: theasianparent)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beraktivitas di alam terbuka bersama anak merupakan pilihan yang baik untuk menghabiskan akhir pekan. Terdapat banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan berkegiatan di alam bebas.

Orang tua tidak perlu khawatir tentang kotoran dan berbagai penyakit yang mungkin menghampiri, karena tubuh anak sebenarnya sudah dirancang untuk beradaptasi dengan lingkungan alamiah.”

Aktivitas di alam bebas memiliki manfaat yang beragam bagi perkembangan anak-anak. Lantas apa saja manfaat berkegiatan di alam bebas buat anak-anak?

1. Memperbaiki pola tidur anak 

Pancaran sinar matahari alami membantu anak-anak tetap segar di siang hari dan membuatnya lebih mudah untuk tidur di malam hari. Pengobatan yang diketahui efektif untuk masalah tidur di malam hari adalah dengan terapi paparan sinar matahari pagi yang dapat mengatur ritme sirkadian. Ritme sirkadian atau jam biologis adalah jadwal kerja organ-organ tubuh secara alami. Ritme sirkadian inilah yang juga mengatur siklus bangun dan tidur manusia. 

2. Meningkatkan energi

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Environmental Psychology tahun 2010 menemukan bahwa berada di alam meningkatkan semangat, kebahagiaan, dan energi. Selain itu, bermain di luar dan melakukan aktivitas-aktivitas menantang seperti memanjat, melompat, atau berlari terbukti meningkatkan kebugaran, kekuatan tulang, dan fleksibilitas otot anak. 

Anak yang sering menghabiskan waktu di alam juga tentu jadi lebih sering bergerak dan berolahraga daripada anak yang lebih sering diam di dalam rumah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan anak-anak berusia 5 sampai 17 tahun untuk melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat selama paling tidak satu jam setiap harinya.  

3. Melatih konsentrasi

Anak-bermain-di-alam-terbuka1.jpgFoto: Freepik/pch.vector

Menurut Attention Restoration Theory oleh Rachel Kaplan dan Stephen Kaplan, lingkungan perkotaan mengharuskan otak anak untuk benar-benar fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu. Akibatnya, attention span atau rentang konsentrasi anak akan cepat terkuras habis. Sebaliknya, di alam bebas anak akan dilatih untuk memfokuskan perhatian tanpa susah payah. 

Selain itu, sebuah studi dalam American Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa anak-anak yang bermain di luar rumah menunjukkan peningkatan dalam kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, kemampuan kerja sama, dan disiplin diri. 

4. Membangun kepercayaan diri

Ketika bermain di alam bebas, anak akan dihadapkan dengan berbagai hal baru yang tidak diduga sebelumnya. Di sinilah kemampuan anak untuk mengambil keputusan dan mengukur risiko akan dilatih. Misalnya ketika bermain di pantai anak melihat ada kepiting. 

Awalnya si kecil mungkin merasa takut. Namun, jika diajarkan bahwa kepiting tidak berbahaya selama tidak diganggu, lama-lama anak mampu membangun keberanian dan rasa percaya diri untuk menjelajahi lingkungannya meskipun ada risiko. 

Di alam bebas, anak memang akan belajar mengenali berbagai macam risiko seperti jatuh atau digigit serangga dan berpikir bagaimana caranya menghindari risiko-risiko tersebut.

Banyak ya manfaat yang didapat jika Anda mengajak anak-anak berkegiatan di alam terbuka. Mumpung akhir pekan, yuk ajak anak bermain di alam terbuka! (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES