Advertisement
Gaya Hidup

Kolaborasi Seniman di Griya Santrian Sanur Bali Pamerkan Keindahan Sastra dan Seni

Rangkaian kolaborasi seniman dengan menyertakan dari 11 karya sastra digelar di Griya Santrian, Sanur, Bali. ... ...

TIMES Indonesia,
Kolaborasi Seniman di Griya Santrian Sanur Bali Pamerkan Keindahan Sastra dan Seni
Perhelatan seni yang merupakan kolaborasi seniman di Griya Santrian Sanur Bali. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BALI Rangkaian kolaborasi seniman dengan menyertakan dari 11 karya sastra digelar di Griya Santrian, Sanur, Bali.

9 karya di antaranya berupa puisi karya Eda Ocak (Turki), Shio Senda (Jepang), mas Ruscitadewi, Made Adnyana Ole, Sonia Piscayanti, Arya Ngurah Dimas, Wini Hartini, Agung Gede Putra dan Darma Putra, serta prosa karya Nandini Kharisma (India) dan Bradun Spars (AS) .

Advertisement

Pegiat seni rupa, foto, grafis dan film yang tergabung dalam kegiatan ini berupaya untuk membaca sastra sebagai salah satu bentuk kolaborasi. Karya berbahasa Inggris maupun Indonesia disalin dan digunakan di atas daun lontar dengan aksara Bali.

Dian Dewi Reick, kurator sekaligus pemilik Sawiji Gallery menganalogikan, dalam sebuah lingkaran titik tengah menjadi pusat dan tempat bidang-bidang, garis dipertemukan .

"Sebuah wujud kegembiraan dan rasa bersyukur yang abstrak oleh seniman berusaha dikonkretkan agar bisa dilihat, didengar, dirasakan dan dinikmati. Maka para seniman berkumpul, berkolaborasi bersama sebuah puncak, tempat lapang bagi semua untuk bisa merasakan kebahagiaan," tuturnya, Minggu (12/5/2024).

Menurutnya, perhelatan seni yang bertajuk 'Puncak' ini mengacu pada puncak tertinggi dari sesuatu, seringkali dicapai setelah proses pengembangan atau kemajuan.

"Penting untuk dicatat kami memakai 'puncak' sebagai titik harmoni dan positif. Mengapa? Karena khususnya masyarakat di seluruh dunia menghadapi banyak permasalahan kompleks dari mikro hingga makro, kami merasa berada pada masa yang lebih kompleks dan penuh tantangan,” ungkapnya.

Advertisement

Dalam rangkaian acara ini juga disuguhkan drama monolog dengan judul 'Ratna Manggali' dan dilanjutkan pemotongan pita oleh arsitek,dan budayawan Popo Danes sebagai tanda resmi dibukanya pameran.

Beberapa hasil seni dan karya lukis dari mancanegara dan lokal menghiasi ruang Art Gallery Hotel Santrian Sanur.

Mulai dari hasil karya Agus kama Loedin (Carut Marut), David Hopkins dan Sava Istambul (The Restrooektive Lady), 1,2 dan David Hobkins (Blissful Blue dan sumber sendation Wayas Swastana (Mimpi Gunun Api), Manbutur Soantara (Peak).

Selain itu, masih banyak karya seni dan sastra lainnya, dipajang di luar dan dalam Art Gallery Santrian Sanur Bali. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia