Glutera News

6 Tips Agar Tidak Ngos-Ngosan Saat Bercinta

Kamis, 03 November 2022 - 20:54 | 18.61k
6 Tips Agar Tidak Ngos-Ngosan Saat Bercinta
Image: Glutera for Times Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hubungan seks kerap dikaitkan dengan aktivitas fisik yang banyak menguras tenaga. Namun, hal ini bukan berarti orang dengan gangguan pernapasan gak boleh untuk bercinta.

Cara terbaik untuk berhubungan seks adalah dengan melakukannya sesuai kemampuan. Bagi penderita gangguan pernapasan, ada trik khusus yang dapat dicoba.

Jika diibaratkan, tenaga yang diperlukan dan dikerahkan selama seks sama dengan olahraga kardio semisal lari. Maka seks juga bisa bikin napas jadi tersengal-sengal seperti habis berlari. Terlebih karena olahraga di atas ranjang ini punya banyak variasi posisi dan manuver yang membutuhkan ketangkasan gerak tubuh. Lantas, adakah cara mencegah sesak napas saat berhubungan intim agar bisa tahan lama dan kenikmatannya tidak terasa tanggung?

Cara mencegah ngos-ngosan saat berhubungan intim 

Agar tak kehabisan napas dan terengah-engah, begini cara mencegah sesak napas saat berhubungan intim:

1. Atur teknik bernapas

Jangan biasakan menahan napas ketika penetrasi sedang berlangsung. Ingatkan diri sendiri untuk mengatur napas sesantai mungkin; jangan terlalu cepat dan pendek-pendek. Bernapas pendek-pendek lewat hidung justru membuat Anda akan merasa seperti tersedak karena tidak menghirup cukup udara.

Selama berhubungan intim, usahakan untuk bernapas dari perut bukan dada. Bernapas lewat perut membuat Anda menghirup lebih banyak udara dan lebih dalam sehingga tubuh Anda rileks dan fokus menikmatinya.

Semua otot tubuh Anda memerlukan asupan oksigen yang stabil agar bisa leluasa bergerak selama seks. Maka, bernapas melalui hidung saja tak cukup.

Bernapaslah lewat mulut dan hidung secara bersamaan agar tubuh mendapatkan asupan oksigen yang lebih banyak. Setiap kali penetrasi, ambil napas dalam lewat hidung dan embuskan napas dengan maksimal. Jangan ditahan-tahan agar karbon dikoksida yang dikeluarkan pun lebih banyak. Hal ini membantu Anda untuk selanjutnya bisa menarik napas lebih dalam.

Jangan pula menahan suara desahan karena ini membantu Anda bernapas lebih baik.

2. Pilih waktu yang tepat

Bagi banyak orang, malam hari adalah waktu bercinta yang terbaik. Namun jika Anda ingin menghindari risiko tiba-tiba sesak napas saat berhubungan intim, carilah waktu yang lebih baik. Kenapa?

Tidak menutup kemungkinan Anda masih membawa sisa-sisa stres setelah beraktivitas seharian tadi.

Belum lagi ditambah dengan rasa capek fisik setelah menghadapi kerasnya jalanan kota.

Stres, baik yang fisik maupun mental, dapat membuat pernapasan jadi tidak efektif. Itu kenapa kita cenderung bernapas pendek-pendek saat kecapekan.

Maka ketika Anda memutuskan berhubungan intim saat masih capek, risikonya bisa sesak napas. Jadwalkanlah sesi bercinta di waktu yang agak santai dan luang.

Misalnya pada pagi atau sore hari di akhir pekan. Waktu ini ideal untuk bermesraan karena sebagian besar energi yang terkuras habis kemaris sudah pulih kembali. 

Anda pun tidak diburu-buru oleh banyak tugas penting selama akhir pekan.

Namun bagi orang yang mengidap gangguan atau penyakit paru, hindari berhubungan intim di pagi hari.  Ini karena pada pagi hari, paru-paru Anda menghasilkan dahak lebih banyak yang bisa membuat napas jadi terasa sesak pendek.

3. Pilih posisi yang enak dan nyaman

Pintar-pintar memilih posisi yang tepat tidak hanya membuat permainan jadi lebih tahan lama, tapi juga bebas masalah.

Bagi pasangan yang sama-sama gemuk, misalnya, hindari posisi misionaris yang menekan dada dan perut. Gantinya cobalah posisi doggy style, berdiri, atau duduk berpangkuan. Alternatifnya, posisi spooning (berbaring menyamping) juga terbilang aman buat pernapasan karena tidak menggencet dada maupun perut.

4. Atasi masalah pernapasan Anda

Sesak napas bisa disebabkan karena penyakit pernapasan Anda kambuh di tengah-tengah nikmatnya berhubungan intim. 

Maka dari itu, cari dulu cara mengantisipasi masalah ini sebelum benar-benar kejadian. Misalnya jika Anda punya asma, mungkin akan lebih baik untuk gunakan inhaler atau nebulizer dulu sebelum mulai bercinta.

Obat inhaler dapat membantu melonggarkan saluran napas sehingga mencegah risiko sesak napas dan mengi saat berhubungan seks.

Simpan di samping tempat tidur sebagai antisipasi saat asma menyerang lain waktu.

5. Olahraga

Seks pada dasarnya sama seperti olahraga. Agar tubuh semakin terbiasa diterpa oleh aktivitas fisik yang berat, Anda butuh lebih rajin melatihnya.

Cobalah tingkatkan stamina tubuh dan fungsi paru-paru dengan olahraga kardio. Misalnya dengan berlari atau naik turun tangga.

Awalnya memang bisa membuat napas ngos-ngosan, apalagi jika tidak terbiasa berolahraga. Namun, semakin sering Anda olahraga, semakin baik teknik pernapasan Anda di luar dan di dalam kamar tidur.

6. Asupan nutrisi yang tepat

Stamina dan daya tahan bercinta bukan cuma soal asupan makanan afrodisiak dan juga obat-obatan. Namun masalah seksual seperti nafas ngos-ngosan, sulit ereksi atau kurang bergairah, hingga ejakulasi dini, bisa disebabkan karena kekurangan vitamin dan mineral.

Penelitian mengungkapkan bahwa vitamin dan mineral yang sesuai dan cukup akan membantu meningkatkan kinerja seksual pria dan wanita dengan melepaskan histamine dan meningkatkan aliran darah ke organ seksual. Mulai ginseng, l-carnitine, citrulline hingga cordysep.

Hal lain yang harus diperhatikan

Agar tidak cepat sesak napas saat berhubungan intim, pastikan Anda mengetahui beberapa hal yang harus dihindari berikut ini:
• Hindari bercinta di tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas
• Tunggu dua jam setelah makan berat, baru berhubungan intim. Napas akan jadi lebih pendek saat perut Anda terisi penuh. 
• Jauhkan pemicu masalah pernapasan Anda kambuh seperti debu, bulu hewan, atau wewangian di kamar saat berhubungan intim. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES