Glutera News

8 Penyebab Kaki Anda Sering Kesemutan

Kamis, 10 November 2022 - 13:31 | 21.41k
8 Penyebab Kaki Anda Sering Kesemutan
Image: Glutera for Times Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kesemutan merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Anda pasti pernah mengalaminya. Penyebab kesemutan pun beragam. Meski terlihat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya, kondisi ini tidak dapat disepelekan karena bisa saja menjadi tanda adanya penyakit tertentu.

Kesemutan, atau dalam istilah medis disebut parestesia, umumnya ditandai dengan rasa kebas atau mati rasa yang disertai sensasi seperti tertusuk jarum. Kondisi ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering terjadi di tangan dan kaki.

Terkadang, kesemutan juga membuat bagian tubuh yang terdampak menjadi lemah dan kaku. Bila terjadi di kaki, kesemutan dapat membuat penderitanya sulit berjalan untuk sementara waktu.

Kesemutan di kaki

Ada beragam penyebab kaki kesemutan. Meski ini bukanlah kondisi yang berbahaya, tetapi Anda tetap perlu waspada. Pasalnya, kesemutan bisa menjadi tanda adanya suatu penyakit, terlebih jika keluhan ini disertai dengan gejala lain.

Keluhan kaki kesemutan biasanya Anda alami saat terlalu lama berlutut atau duduk bersila. 

Kondisi ini terjadi karena adanya tekanan pada saraf tertentu yang memicu sensasi kebas atau mati rasa. Kesemutan pada kaki biasanya akan hilang ketika Anda mengubah posisi kaki atau menggerakkannya.

Berbagai penyebab kaki kesemutan 

Kaki kesemutan umumnya bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, untuk beberapa kasus, kesemutan bisa menandakan adanya gangguan kesehatan, terlebih jika berlangsung lama dan disertai dengan keluhan nyeri, lemas, serta sulit berjalan. Ada beberapa kondisi medis yang bisa memicu kaki kesemutan, yaitu:

1. Kekurangan vitamin

Untuk menjaga fungsi dan kesehatan saraf, tubuh membutuhkan vitamin E, vitamin B1 (tiamin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 (piridoksin), dan vitamin B12 (kobalamin).

Jika tubuh mengalami defisiensi atau kekurangan aneka vitamin di atas, Anda akan merasakan berbagai keluhan pada saraf dan salah satunya adalah kesemutan.

Tak hanya kekurangan vitamin, asupan vitamin yang berlebihan juga bisa menyebabkan kesemutan. Beberapa riset menunjukkan bahwa kelebihan asupan vitamin E dan vitamin B6 bisa menyebabkan kesemutan di kaki atau tangan.

2. Kecanduan minuman alkohol

Pecandu alkohol rentan mengalami kaki kesemutan, sebab konsumsi alkohol secara berlebih bisa memicu kerusakan saraf perifer atau disebut juga neuropati alkoholik.

Selain itu, pecandu minuman beralkohol juga rentan mengalami kekurangan vitamin E, asam folat, dan vitamin B terutama B1 (tiamin). Kekurangan tiamin dapat memicu kerusakan dinding sel saraf sehingga berisiko terkena neuropati perifer atau gangguan saraf tepi.

3. Berbagai penyakit sistemik

Kesemutan di kaki yang sering terjadi, berkepanjangan atau tak kunjung hilang bisa menjadi tanda adanya penyakit sistemik, yaitu penyakit yang menyebabkan gangguan di seluruh sistem organ tubuh.

Beberapa jenis penyakit sistemik yang bisa memicu keluhan kaki kesemutan adalah hipotiroid, tumor yang menekan saraf, gangguan ginjal, penyakit hati, sindrom Guillain-Barré, dan kelainan darah seperti anemia sel sabit.

4. Sindrom saraf kejepit

Kondisi medis lain yang bisa menyebabkan kaki kesemutan adalah sindrom saraf kejepit. Kondisi ini dapat terjadi akibat melemahnya jaringan pelindung antarsendi sehingga ruas tulang belakang menonjol dan menekan saraf. Saraf yang tertekan inilah yang dapat memicu kesemutan pada kaki dan bagian tubuh lainnya.

5. Diabetes

Penyebab paling umum dari gangguan saraf tepi dengan gejala kaki kesemutan adalah diabetes. Sekitar 3 dari 10 orang yang mengalami gangguan saraf tepi, menderita atau memiliki riwayat diabetes. Kondisi ini disebut juga neuropati diabetik.

Biasanya, penderita penyakit ini mengalami kesemutan, rasa nyeri, dan rasa panas di kedua kaki, terutama di telapak dan jari kaki. Bila kondisi diabetes tidak terkontrol dengan baik, saraf di kaki dapat mengalami mati rasa sehingga tidak dapat merasakan apa pun.

6. Keracunan

Keracunan zat berbahaya dalam tubuh juga dapat memicu kesemutan kronis, termasuk di area kaki. Keracunan bisa disebabkan berbagai bahan kimia berbahaya, seperti timbal, merkuri, dan arsen yang tidak sengaja tertelan atau terhirup.

7. Kecemasan

Orang yang mengalami kecemasan dapat mengalami hiperventilasi. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan di kaki. Hiperventilasi adalah gejala umum kecemasan dan ditandai dengan pernapasan yang sangat cepat. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan kadar karbon dioksida dan oksigen yang dapat menyebabkan kaki kesemutan. Kesemutan di kaki dan kecemasan mungkin terkait secara psikologis. Inilah sebabnya, ketika seseorang merasa cemas, mereka mungkin lebih menyadari sensasi tubuh mereka.

8. Efek samping obat

Selain berbagai hal di atas, obat-obatan tertentu, misalnya isoniazid untuk tuberkulosis, obat HIV, obat imunosupresif, serta obat-obatan kemoterapi, juga bisa menyebabkan efek samping berupa kesemutan.
Bila Anda sedang mengonsumsi obat tersebut dan mengalami kesemutan, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dosisnya dapat dikurangi atau diganti dengan jenis obat lain yang diketahui lebih aman. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES