Glutera News

Jangan Salah Kaprah, Sehat Tidak Sama dengan Bugar

Jumat, 18 November 2022 - 12:05 | 22.74k
Jangan Salah Kaprah, Sehat Tidak Sama dengan Bugar
Image: Glutera for Times Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kondisi badan yang sehat dan bugar tentu menjadi impian semua orang, tidak terkecuali Kamu. Bahkan demi mendapatkan badan yang sehat dan bugar tersebut, Kamu rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berolahraga di pusat kebugaran.

Berbicara mengenai badan yang sehat dan bugar, tidak sedikit orang yang masih memiliki kesalahan persepsi di antara keduanya. Banyak orang yang menganggap jika sehat dan bugar merupakan kondisi yang sama, padahal sebenarnya 2 hal tersebut merupakan kondisi yang berbeda. Nah, kira-kira Kamu tahu nggak sih perbedaan antara sehat dan bugar? Kalau masih belum tahu bedanya, yuk mending Kamu baca penjelasannya berikut ini!

Sehat

Adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.(Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan)

Bugar

Kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan penuh energi dan setelah menyelesaikan kegiatan tersebut masih memiliki semangat dan tenaga cadangan untuk menikmati waktu senggang dan siap untuk melakukan kegiatan lain yang mendadak atau tidak terduga.

Apa itu kebugaran? 

Kebugaran merupakan serangkaian kualitas tubuh yang mampu meningkatkan kinerja aktivitas fisik. Kebugaran fisik sendiri terdiri dari berbagai komponen, sehingga tidak mudah mengatakan seseorang mempunyai kebugaran yang baik atau tidak jika hanya dilihat sekilas. 

Beberapa komponen dalam kebugaran, yaitu:

• Kebugaran kardiorespirasi (jantung dan paru-paru) menunjukkan seberapa baik tubuh Anda dalam menyediakan energi melalui peredaran darah dan sistem pernapasan selama beraktivitas.
• Kekuatan otot menunjukkan seberapa besar kemampuan otot dalam memaksa otot tetap kuat selama beraktivitas.
• Daya tahan otot menunjukkan kemampuan otot untuk terus bertenaga tanpa membuat lelah.
• Komposisi tubuh menunjukkan seberapa besar komposisi tubuh Anda, yang terdiri dari jumlah otot, tulang, air, dan lemak.
• Fleksibilitas (kelenturan) menunjukkan rentang pergerakan yang bisa dilakukan sendi.

Anda bisa mengetahui kebugaran Anda baik atau tidak dari seberapa baik kinerja Anda di setiap komponen tersebut. Misalnya, berapa banyak gerakan push up atau sit up yang Anda hasilkan sampai Anda merasa lelah, ini untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot Anda. Atau, seberapa waktu yang Anda perlukan untuk berlari dengan jarak 2,4 km atau 1,5 mil, untuk menunjukkan seberapa baik kebugaran jantung Anda.

Tanda tubuh Anda kurang bugar 

Anda mungkin merasa tubuh kurang bugar saat Anda mudah lelah dan lemas setelah beraktivitas. Pada kenyataannya, tingkat kebugaran dapat ditentukan dengan cara melakukan berbagai pengukuran untuk berbagai komponen. Kebugaran fisik seseorang tidak bisa dilihat begitu saja tanpa diukur.

Meski demikian, Anda mungkin mempunyai tubuh kurang bugar jika mengalami tanda-tanda berikut ini.

• Otot terasa nyeri atau kaku dan tidak nyaman setelah berolahraga.
• Mempunyai rentang pergerakan sendi yang terbatas atau tubuh kurang lentur.
• Mudah mengalami cedera saat berolahraga.
• Mudah lelah saat berolahraga.
• Sering mengantuk karena otak kekurangan oksigen.
• Mudah terengah-engah atau bahkan dada terasa nyeri saat berolahraga.
• Sering susah tidur.
• Pencernaan tidak lancar karena metabolisme tubuh melambat.

Apakah Anda pernah mengalami dari tanda-tanda di atas? Jika iya, artinya Anda harus lebih rutin lagi berolahraga agar kebugaran tubuh meningkat. 

Banyaknya waktu olahraga yang dibutuhkan

Secara umum, orang dewasa berusia 19–64 tahun disarankan untuk berolahraga sekitar 150 menit per minggu atau 30 menit per hari. Jika tidak sempat berolahraga, Anda juga bisa membagi waktu olahraga menjadi 2 sesi per hari, misalnya 15 menit di pagi hari dan 15 menit di sore hari.

Jika selama ini Anda tidak terbiasa berolahraga dan kurang aktif bergerak, cobalah lakukan olahraga secara bertahap. Anda bisa memulainya dengan olahraga yang sederhana dan ringan, misalnya berjalan santai atau naik-turun tangga.

Jenis aktivitas ini bisa membuat detak jantung meningkat dan membuat tubuh banyak berkeringat. Saat tubuh sudah mulai terbiasa, Anda bisa meningkatkan intensitas dan waktu olahraga sesuai kemampuan tubuh. Olahraga secara rutin baik dilakukan untuk orang yang sehat dan memiliki kondisi medis tertentu. Sebelum memulai olahraga, jangan lupa untuk melakukan pemanasan, ya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES