Glutera News

Awas, Penumpukan Lemak di Perut Tingkatkan Risiko Penyakit Diabetes dan Kanker

Selasa, 17 Januari 2023 - 09:17 | 181.89k
Image: Glutera for TIMES Indonesia
Image: Glutera for TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beberapa jenis lemak yang menumpuk di perut seperti lemak visceral dan subkutan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Lemak perut merupakan bagian komposisi lemak yang terdapat pada rongga perut, seperti di bawah kulit, di antara hati, usus, hingga lambung.

Fungsi dari lemak perut ini sebetulnya dapat berperan sebagai pelindung sel, organ tubuh, menjaga suhu tubuh hingga berperan sebagai sumber energi. Namun jika jumlahnya terlalu berlebihan, maka dampaknya tidak cuma bikin tampilan perut menjadi lebih buncit, tetapi juga ada sejumlah risiko kesehatan yang menghantui.

Risiko Diabetes

Lemak yang ada di dalam rongga perut merupakan tipe lemak yang paling berbahaya. Lemak jenis ini akan mengganggu kerja hormon dan memiliki kontribusi terhadap resistensi insulin dan peradangan.

Resistensi insulin merupakan indikasi adanya diabetes tipe 2. Saat mengalami resistensi insulin, maka tubuh tidak mampu menggunakan hormon insulin untuk mengangkut glukosa dalam darah ke sel untuk diubah menjadi energi.

Akibatnya, glukosa akan menumpuk dalam darah.  Dalam area perut, ada dua jenis lemak yaitu lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan adalah lemak yang ada di bawah kulit, sedangkan lemak visceral adalah lemak yang ada di sekitar organ tubuh.  Jumlah lemak visceral yang terlalu banyak bisa membahayakan tubuh dan menyebabkan inflamasi. Inflamasi ini akan meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kanker.

Tidak hanya orang yang mengalami kegemukan atau obesitas, orang yang memiliki indeks massa tubuh normal juga dapat memiliki kelebihan lemak pada area perut dan menyebabkan resistensi insulin.  Banyak organ vital yang terletak pada rongga perut, seperti hati, pankreas, usus, dan ginjal. Ketika ada banyak lemak di rongga perut, maka fungsi normal organ juga akan terganggu. 

Sebuah studi mengungkapkan bahwa lemak visceral dan lemak subkutan yang lebih tinggi berhubungan dengan gula darah yang lebih tinggi.  

Risiko Kanker

Sebuah penelitian baru menemukan, wanita dengan kelebihan lemak perut berisiko lebih besar terkena kanker. Periset mengungkapkan, mereka yang dengan bentuk seperti apel lebih dari 50 persen, kemungkinan terkena tumor paru dan usus.

Adanya peningkatan insulin, yang diketahui mengganggu produksi hormon, sementara kelebihan lemak tubuh meningkatkan peradangan kronis. Mulai pada 1999, 5.855 wanita pascamenopause dengan rata-rata 71 memiliki lemak tubuh mereka dipindai, dan dikategorikan memiliki rasio lemak perut tinggi atau rendah.

Setelah 12 tahun melakukan pemindaian tambahan, hasilnya menemukan bahwa wanita yang membawa lemak di sekitar perut mereka lebih dari 50 persen, lebih mungkin terkena kanker paru-paru atau gastrointestinal. Data tersebut mencatat total 811 kanker dengan 293 kanker payudara dan ovarium, 345 kanker paru-paru dan gastrointestinal (GI) dan 173 kanker lainnya. BMI dan persentase lemak tidak menunjukkan risiko tumor yang tinggi.

Pada wanita, diketahui bahwa menopause memulai pergeseran lemak tubuh ke tingkat adipositas perut yang lebih tinggi, yang dapat memediasi risiko kanker terkait obesitas kata penulis studi Line Mrsk Staunstrup dari Nordic Bioscience and ProScion di Denmark.

Cara mengecilkan perut buncit 

Untuk meminimalkan berbagai risiko gangguan kesehatan, berikut adalah cara mengecilkan perut buncit yang bisa Anda coba di rumah:

1.    Kurangi makanan yang mengandung lemak dan gula

Keberadaan lemak perut sering dikaitkan dengan konsumsi lemak jenuh dan gula yang berlebihan. Lemak jenuh sendiri biasa ditemukan pada daging sapi, mentega, dan produk susu.

Untuk mencegah terbentuknya timbunan lemak di perut, sebaiknya utamakan konsumsi lemak tak jenuh yang bisa didapatkan dari ikan dan kacangan-kacangan. Batasi juga asupan kalori secara umum, karena kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dapat membuat perut buncit.

2.    Cukupi asupan serat

Salah satu cara mengecilkan perut buncit yang banyak direkomendasikan adalah mencukupi asupan serat. Sebuah studi menunjukkan, serat dapat memperlambat penyerapan makanan, sehingga Anda dapat merasa kenyang lebih lama.

Penelitian lain juga mengungkap bahwa pola makan tinggi serat dan karbohidrat kompleks yang disertai dengan pembatasan asupan lemak, efektif dalam membantu mengurangi berat badan.

Untuk mendapatkan asupan serat yang cukup, Anda bisa mengonsumsi kacang-kacangan, flaxseed, alpukat, brokoli, ubi jalar, wortel, jambu, pir, dan apel.

3.    Lakukan olahraga kardio

Selain mencukupi kebutuhan serat, Anda juga disarankan untuk rutin melakukan olahraga kardio. Jika dilakukan secara rutin, olahraga kardio dapat menjadi cara mengecilkan perut buncit pada wanita maupun pria yang sangat efektif, karena dapat membantu membakar lemak di daerah perut.

Disarankan untuk melakukannya selama 300 menit dalam seminggu. Padukan juga dengan jenis olahraga lain, seperti latihan dengan beban, guna mempercepat pembakaran lemak perut.

4.    Istirahat yang cukup

Menurut penelitian, waktu dan kualitas tidur turut berpengaruh pada meningkatnya jumlah jaringan lemak di perut. Dari penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang kurang tidur atau justru tidur terlalu lama memiliki kecenderungan untuk mengalami peningkatan lemak dan berat badan.

Maka dari itu, cukupi kebutuhan tidur selama 7 jam per hari dan usahakan untuk konsisten menjaga waktu tidur Anda. Hal tersebut tentu dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di tubuh, terutama di daerah perut yang buncit.

5.    Meredakan stres 

Stres juga sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab menumpuknya lemak di perut. Saat Anda stres, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon stres (kortisol) secara berlebihan.

Pelepasan hormon ini dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat tubuh menyimpan lemak di sekitar perut. Untuk meredakan stres, Anda disarankan melakukan meditasi dan yoga secara rutin. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES