Glutera News

GSH Gluthatione, Peran Pentingnya pada Penderita Penyakit Kulit

Sabtu, 18 Maret 2023 - 14:56 | 73.41k
Image: Glutera for TIMES Indonesia
Image: Glutera for TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Organ apa yang paling besar di tubuh? Banyak orang mengira hati atau bahkan organ pencernaan (usus), namun sebenarnya adalah : kulit. Disamping mengapa sebagai barier pelindung terhadap lingkungan, sebenarnya masih banyak fungsi dari kulit yakni sebagai organ endokrin, termoregulator, immunological, toksikologi dan sirkulasi. Kulit dapat menjadi tempat bermacam-macam penyakit dan kelainan dan 1/3 dari penduduk Amerika Utara mempunyai pengalaman berbagai jenis penyakit kulit. Masalah kulit selalu berakibat berbeda, teristimewa pada reaksi psikis akibat dari penyakit.

Pertama, kenyataannya bahwa mereka dapat secara aktual telah dapat melupakan permasalahannya ; kedua, mereka sebenarnya seringkali takut atau merasa ada akibat lainnya dan konsekwensi secara pribadi atau dengan orang lain.

GSH dan penyakit-penyakit kulit

Peran GSH didalam proses detoksifikasi dan pencegahan kerusakan akibat radiasi pada jaringan tubuh lainnya telah diketahui sebelumnya. Tugas pada jaringan vital berperan disini. Rendahnya kadar GSH telah dilaporkan pada berbagai kasus penyakit kulit diantaranya :

•    Psoriasis
•    Atopic Dermatitis
•    Eczema
•    Seborrheic Dermatitis
•    Vasculitis
•    Contact Dermatitis
•    Mycosis fungoides
•    Dematitis herpetiformis
•    Polymyositis
•    Phemphigoid
•    Scleroderma
•    Acne conglobata
•    SLE
•    Acne vulgaris.

Pada bagian kali ini kita coba fokuskan pada masalah psoriasis dermatitis dan kerusakan akibat radiasi ultra violet.

Psoriasis

Psoriasi adalah masalah kulit terbesar, suatu kondisi penyakit kulit yang kronis berulang ditandai dengan kulit bersisik atau bagian kecil yang berwarna merah pada kaki, lutut, lengan, siku, telinga ,kulit kepala atau punggung. Keberadaan rash seperti satu atau dua tanda kecil merah yang tidak diketahui oleh orang atau menutupi seluruh tubuh. 

Ini dapat berakibat terhadap sendi dan ada kalanya menjadi gangguan arthritis. Meskipun, jarang kasus ekstrem terjadi dan secara umum kebanyakan keadaan umum kesehatan penderita psoriasis adalah baik. Lesi-lesi dapat diidentifikasi oleh meningkatnya pertumbuhan sel-sel kulit yang berkembang >10 kali dari pertumbuhan sel kulit biasa.

Pertumbuhan ini berlanjut dan berkembang menjadi pertumbuhan yang klasik, berkilau (seperti perak), tampak seperti berlapis-lapis. Penyebab aktual dari psoriasis tetap tidak diketahui. Mungkin dipicu oleh faktor-faktor yang berbeda pada masing-masing orang.

Umumnya kulit kuning langsat mempunyai predisposisi secara khusus untuk terpapar. Khususnya berhubungan dengan respon imun pada orang tersebut. Serangan dapat dicu oleh faktor emosi, stress fisik, penyakit, luka ,infeksi, obat-obatan dan ketergantungan terhadap alkohol,kegemukan dan berbagai macam zat kimia.

Salah satu cara untuk meringankan penderitaan pasien pengidap psoriasis adalah mengunjungi tempat-tempat yang lingkungannya terdapat therapi penyembuhan. Laut mati di Israel adalah salah satu tempat yang popular. Sebuah fasilitas medis terdapat di laut mati sebagai pusat penyembuhan penyakit psoriasis dibentuk secara khusus untuk tujuan ini. 

Para peneliti mencoba mencari jawaban terhadap area ini yang tampaknya dapat membantu. Sinar matahari yang keras nampaknya berdampak secara pasti terhadap psoriasis. Yang menariknya, air minum di daerah ini seperti tinggi kadar seleniumnya.

Peneliti setempat menjelaskan bahwa indikator terbaik bioaktivitas pasien adalah kadar peroksidase glutathione. Dengan membandingkan group kontrol dan terhadap yang mempunyai kadar GSH awal, pasien yang melewatkan beberapa minggu pada pusat pengobatan menunjukan peningkatan kadar GSH peroksidase mencapai 50%. Pasien psoriasis mengalami keabnormalan aktivitas enzym glutation dan peneliti meghubungkannya dengan tingginya kadar radikal bebas. 

Rendahnya aktivitas GSH menyebabkan kerusakan yang hebat. Penelitian klinis pada peningkatan kadar GSH pada penyakit ini sungguh menjanjikan.

Glutera-GSHH.jpg

Dermatitis

Dermatitis adalah terminologi umum yang berarti inflamasi (peradangan) kulit. Ini disebabkan oleh luasnya perbedaan dalam penyakit-penyakit ringan. Racun atau zat-zat iritan dapat menyebabkan dermatitis. Alergi dapat menyebabkan terjadinya dermatitis alergika atau dematitis atopik. 

Penyakit-penyakit pada pencernaan atau penyakit yang berhubungan dengan immunitas dapat menyebabkan seperti bentuk dermatitis herpetiformis. Kebanyakan produksi minyak dari kulit dapat menyebabkan terjadinya dermatitis seboroik. Dermatitis dapat juga dipicu oleh stress atau penyakit lingkungan dengan udara panas, kering, dingin atau basah dapat meningkatkan terjadinya dermatitis. 

Karakteristik umum pada kulit kemerahan yang gatal dan pada kasus yang ekstrem terjadi melepuhnya kulit, kulit keras atau menimbulkan lesi. Hampir semua kondisi ini dihubungkan pada aktivitas abnormal glutathione.

Pada kedua dermatitis kontak iritasi dan dermatitis kontak alergika kadar glutathione pada kulit menurun dan pada seluruh tubuh. Kelompok peneliti dermatology dari Jepang melakukan percobaan dengan menghambat produksi GSH dengan BSO.

Mereka menemukan bahwa ruam-ruam dikedua dermatitis  baik kontak alergi dengan iritasi menimbulkan akibat yang lebih banyak.Beberapa tim peneliti telah menunjukan  bahwa prekursor GSH memberi respon sistem imun terhadap sensitivitas kontak. Kedua hubungan ini akibat dari terdetoksnya kemampuan  GSH dan efek GSH terhadap sistem imun.

Tim Swedia menggunakan obat-obatan NAC dengan mempertinggi GSH dan pembuktian DiNAC dengan akibat yang signifikan dengan kontak dan pengurangan reaksi hipersensitivitas. G.Senaldi dari University of Genewa telah sukses menggunakan kedua bentuk obat NAC baik secara oral dan topikal terhadap percobaan pengobatan dermatitis kontak dan iritans. 

Kelompok tim tersebut memberi kesan bahwa dengan pendekatan yang serupa mungkin bermanfaat bagi penderita kanker yang menderita inflamasi kulit sekunder dari TNF alpha (Tumor Necrosis Faktor Alfa) suatu efek samping inflamasi dari kanker. 

Dermatitis kontak seringkali timbul dari pemakaian kosmetik termasuk make up,krim-krim untuk perawatan kulit,eyeliner dan produk-produk lainnya. Salah satu bagian/zat yang jahat (tidak baik) adalah kelompok bahan pengawet/pembersih dikenal sebagai MCI/MI (Methyl Chloroisothioazolinone / Methyl isothiozolinone).

Sekelompok ahli okupasi dari Swedia dan ahli dermatology lingkungan menemukan bahwa penambahan sedikit GSH sebanyak 20% kepada campuran emolien mengurangi aktivitas MCI/MI. Thimerazol adalah jenis pengawet populer lainnya yang banyak digunakan dalam industri-industri pembersih termasuk cairan untuk lensa kontak.

Ini diketahui menyebabkan pengaruh terhadap kulit dan reaksi pada mata kemungkinan disebabkan kandungan organomerkuri. Institue dermatologi di Rusia, peneliti  menunjukan pada penambahan L-cystein atau glutation pada cairan yang berisi thimerazol akan mengurangi atau menghambat reaksi kimia ini. Pasien penderita AIDS cenderung untuk menderita sakit kulit daripada penderita penyakit lainnya.

Termasuk disini sarkoma kaposi,dermatitis seboroik dan lainnya. Seperti yang telah dibicarakan pada bagian 12, kebanyakan pasien AIDS menderita defisiensi glutation satu faktor yang berperan pada kondisi kulit seperti ini. S.Passi dan A.Marrore dari Italy dan tim lainnya telah menunjukan penurunan aktivitas glutation peroksidase pada pasien penderita HIV positif dan sebaliknya dengan kesehatan pada individu dengan dermatitis seboroik.

Suatu eksperimen menarik telah dilaksanakan pada Welsh School of Pharmasi. Mereka melakukan pengujian yang disebabkan oleh bahan kimia tanaman seperti racun tumbuhan menjalar dan racun pohon arak dan menemukan kebanyakan inflamasi disebabkan oleh radikal bebas. Dengan menggunakan prekursor GSH yaitu OTZ mereka dapat mengurangi kemampuan iritasi dan efek sensitisasi bahan campuran berbahaya ini.

Kerusakan kulit akibat sinar UV dan matahari

Sejauh ini kebanyakan disebabkan oleh pertumbuhan yang abnormal karena faktor penuaan, kulit keriput/berkerut dan kanker kulit yang disebabkan sinar matahari dan radiasi ultra violet. Kulit berwarna coklat yang timbul akibat usia tua menyebabkan.banyak orang datang untuk operasi bedah. Namun bedah kecantikan tidak lagi dibutuhkan jika pasien telah terhindar dari kulit merah kecoklatan pada masa remaja. 

Kebanyakan kanker kulit dapat muncul pada usia dewasa jika ada riwayat menderita terbakar sinar matahari pada masa anak-anak.Telah diketahui bahwa lapisan ozon di atmosfer telah dikumpulkan akibat kerusakan ultra violet A dan B yang ditemukan pada cahaya matahari. Pengurangan lapisan ozone yang mana telah menimbulkan keprihatinan para ahli akhir-akhir ini kini akibatnya dapat meningkatkan jumlah pasien penderita kanker kulit. Kita akan menerima bukti-bukti yang sangat dramatis tentang peningkatan kasus ini pada tahun-tahun mendatang. Para dokter sedang mengobati pasien dengan kasus terbakar sinar matahari yang menyatakan bahwa mereka belum

pernah sedramatis ini pengaruh yang diakibatkan oleh terpapar sinar matahari. Pelepasan radiasi kadar tinggi dari radikal hydroxyl pada kulit. Ini merupakan racun radikal bebas terbanyak yang ditemukan pada manusia.Kondisi berasal dari sinar UV A & UV B sinar matahari, pengobatan radiotherapi dan X-Ray, kerusakan radikal dinormalkan dengan dinetralisir menggunakan glutathione tetapi terekspos secara berlebihan meliputi sistem perlindungan dan kadar GSH dapat menurun, akibatnya dapat menyebabkan kerusakan buruk.Untuk alasan ini para dokter mempertimbangkan menggunakan suplement antioksidant untuk melindungi kulit.

Penelitian dengan menggunakan bermacam antioksidant telah menimbulkan akibat yang yang beragam. Penelitian untuk meningkatkan kadar GSH telah banyak memberikan harapan. P.Baer dan timnya pada The Nederland Cancer Institute menggunakan lampu halogen untuk memeriksa sensitifitas pasien mereka terhadap lampu dan menunjukan penurunan sensitifitas bila pasien telah diberikan pengobatan sebelumnya dengan NAC untuk meningkatkan kadar glutathione. 

Peneliti lain dari Belanda pada Department of Medicinal Photochemistry, Leiden University melihat variasi dari produk baik oral dan topikal dan kapasitasnya dapat menurunkan kerusakan kulit akibat UV. Mereka menemukan bahwa NAC yang mana diabsorpsi atau dioleskan pada kulit secara nyata menunjukan perlindungan dari kerusakan akibat radiasi sinar ultra violet B. Peneliti dari Perancis pada Joseph Fourier University di Gienoble melakukan percobaan keefektifan bermacam-macam prekursor GSH yang dapat membatasi kerusakan radiasi UV A.

Produk obat itu termasuk NAC,OTZ,CIT dan Selenium. Para ahli menyimpulkan bahwa peningkatan kadar GSH melindungi kerusakan akibat serangan dari sinar UV A.Penelitian yang sama pada Harvard University dan pada Hirosaky University di Jepang meneliti. Jalan radiasi sinar UV B yang disebabkan oleh terbakar sinar matahari. Menggunakan hewan subyek mereka pertama kali menunjukan bahwa pengurangan glutathione pada kasus terbakar sinar matahari berakibat signifikan menimbulkan kerusakan. Study lebih jauh dengan melakukan peroral peningkatan kadar glutathione dan berakibat kurangnya kerusakan.

Penelitian Jepang lainnya mengunakan radiasi UV dosis tinggi pada hewan percobaan mereka menunjukan bahwa pemberian pengobatan dengan ester glutathione dapat secara aktual menurunkan jumlah tumor kulit yang berkembang sebelumnya. Tim dari Jerman pada Universitas Berlin mempelajari, efek kerusakan UV B pada orang-orang yang mewarisi kekurangan enzym glutathione yang disebut: GSH S-transferase. Kelompok yang kekurangan GSH secara signifikan menderita kerusakan yang hebat daripada group kontrol ini tampak bahwa yang mewarisi defisiensi GSH transferase menentukan bagaimana bagaimana sensitifnya seseorang terhadap sinar matahari.

Terpapar sinar UV B tidak hanya merusak kulit, pada kadar yang tinggi dapat berakibat terhadap sistem immun sendiri dengan menekan fungsi lokal dan umum dari limfosit sel T. Bahan yang menghabiskan kadar GSH mengurangi respon secara jauh dan bahan-bahan substansi yang meningkatkan kadar glutathione dapat mencegahnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES