Hukum dan Kriminal

Berdiri Bersama Korban Bos SPI, Jusuf Hamka: PBNU Siap Back up dan Bela Korban

Rabu, 20 Juli 2022 - 13:29 | 256.67k
Ketua PBNU Jusuf Hamka atau biasa dikenal Babah Ulun saat berorasi didepan para aktivis yang mengawal kasus kekerasan seksual yang dilakukan Bos SPI Kota Batu, Rabu (20/7/2022). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketua PBNU Jusuf Hamka atau biasa dikenal Babah Ulun saat berorasi didepan para aktivis yang mengawal kasus kekerasan seksual yang dilakukan Bos SPI Kota Batu, Rabu (20/7/2022). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jusuf Hamka atau yang biasa dikenal dengan Babah Alun secara langsung turut hadir mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Malang (PN Malang), Rabu (20/7/2022).

Pengusaha muslim ini hadir dalam agenda sidang pembacaan tuntutan kasus kekerasan seksual yang dilakukan JE sebagai Bos Sekolah Selamat Pagi Indonesia Kota Batu (SPI Kota Batu).

Advertisement

Abah Jusuf yang datang menggunakan mobil berwarna hitam, langsung menghampiri para aktivis di depan kantor PN Malang. Didampingi sejumlah pengurus PCNU Kota Malang dan belasan Banser, ia langsung ikut mendukung apa yang sedang mereka kawal dan suarakan.

Babah Ulun di depan ratusan aktivis dari puluhan lembaga yang ikut berdemo turut memberikan orasi dan dukungan penuhnya.

"Saya datang ke sini bersama kalian, saya dan PBNU punya komitmen sama sampai titik darah penghabisan, kita perjuangkan," tegas Jusuf saat orasi, Rabu (20/7/2022).

Jusuf-Hamka-1.jpg

Dia yang juga hadir sebagai tokoh Tionghoa Muslim juga, memberikan dukungan penuh dan ikut mengawal bersama yang lain untuk menuntaskan kasus ini hingga pelaku predator seksual diberi hukuman yang setimpal.

"Saya besar dari rakyat dan saya korbankan semua untuk rakyat. Saya hadir di sini karena percaya bahwa adik-adik adalah korban," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para aktivis untuk melakukan aksi damai untuk terus mengawal kasus ini. Tak hanya itu, sentilan nurani terhadap para APH (Aparat Penegak Hukum) yang ikut andil dalam penyelesaian kasus ini.

"Kita percayakan ke Pak Hakim, Jaksa dan bapak-bapak kepolisian. Kita beri sentuhan hati, mereka pasti punya anak, istri atau ibu. Bagaimana jika menjadi salah satu korban. Tentu keadilan harus ditegakkan," tegasnya.

Sementara itu, mendengar keputusan penundaan bacaan tuntutan pada sidang ke-20 ini, Jusuf pun merasa sangat kecewa.

Jusuf-Hamka-2.jpg

Menurutnya, tentu ada yang tidak beres dalam perjalanan sidang ini. Bagaimana tidak, jadwal pembacaan tuntutan ditunda dan terdakwa, yakni JE melakukan sidang secara online atau tak hadir secara langsung dalam persidangan.

"Saya pasti kecewa, pasti ini ada yang aneh, kita kawal terus. Semua yang saya punya, saya korbankan untuk kalian semua (korban kekerasan seksual)," tuturnya.

Apalagi, ia mengaku juga sempat mendapat ancaman untuk tidak ikut campur dalam kasus kekerasan seksual yang dilakukan JE ini. Akan tetapi, Jusuf pun tak gentar dan terus berdiri bersama para korban untuk menuntaskan kasus ini hingga pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal.

"Kemarin ada yang ancam saya untuk tidak membantu. Ini orang (JE) memanfaatkan dengan eksploitasi ekonomi hingga pelecehan di sekolah gratisnya," katanya.

"Kejahatan terjadi bukan karena banyak orang jahat, tapi banyak orang baik yang diam. Maka kita sebagai orang yang diberi kemapapan dan berada jangan berdiam saja," tambahnya.

Usai berorasi di depan PN Kota Malang, Babah Ulun menuju ke Kantor PCNU Kota Malang. Ketua PBNU Jusuf Hamka ini bertemu dengan ketua PCNU se Malang Raya untuk menyatukan misi satu komando terkait kasus ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES