Hukum dan Kriminal

Pengedar Uang Palsu Beraksi di Ngawi, Tuser Jadi Korban saat COD HP

Selasa, 25 Oktober 2022 - 19:07 | 11.86k
Pengedar Uang Palsu Beraksi di Ngawi, Tuser Jadi Korban saat COD HP
Ilustrasi tersangka pengedar uang palsu.

TIMESINDONESIA, NGAWI – Nasib apes dialami Fajar Hayu Anata, seorang tukang servis (tuser) Warga Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Fajar yang berniat menjual hp untuk keperluan, malah jadi korban pengedar uang palsu (upal).

Saat ditemui di rumahnya, Fajar mengatakan awalnya dirinya menjual HP merk Oppo A53 di forum jual beli lokal Ngawi di jejaring sosial Facebook. Kemudian, pelaku pengedar upal itu menghubungi Fajar melalui aplikasi pesan Messanger untuk menawar HP yang dijual Fajar.

Setelah cocok harga, Fajar dan pelaku sepakat bertemu untuk melanjutkan transaksi jual beli HP secara cash on delivery atau COD. Pelaku meminta bertemu di dekat Terminal Geneng Ngawi

“Pelaku mengajak COD malam hari, di dekat terminal Geneng, sekitar pabrik gula,” kata Fajar saat ditemui TIMES Indonesia, Selasa sore (25/10/2022).

Fajar awalnya tidak menaruh curiga pada pelaku pengedar upal tersebut. Namun dirinya mulai curiga saat pelaku menyerahkan uang. Apalagi, pelaku disebutnya juga tidak mau bertransaksi di tempat yang terang.

“Kondisi lokasi transaksi gelap. Pelaku tidak mau diajak bertransaksi di tempat yang agak terang,” ujar Fajar

Pelaku sepakat membeli HP milik Fajar senilai Rp1,3 juta. Pelaku pengedar upal tersebut pun menyerahkan uang sejumlah harga tersebut dengan pecahan Rp50 ribu sebanyak 26 lembar.

“Saya agak curiga dengan kondisi uang itu. Disenteri juga sama istri. Setelah dihitung pas, kemudian saya dan istri pulang,” kata Fajar.

Setiba di rumah, kecurigaan Fajar benar terbukti. Uang pecahan Rp50 ribu sebanyak 26 lembar yang dia terima dari pelaku tersebut ternyata semua palsu.

“Kondisi uang kusam beda sama uang yang asli. Saya lihat juga dengan lampu UV tidak ada hologram,” lanjut Fajar.

Selain itu, uang palsu yang diterima Fajar juga memiliki nomor seri yang mayoritas sama. Tidak ada hologram, dan lambang Bank Indonesia yang tidak jelas.

Fajar mengatakan, saat bertransaksi pelaku sendirian. Pelaku seorang pria dengan ciri-ciri agak gemuk dan bertubuh pendek. Fajar menduga pelaku berusia sekitar 28-30 tahun.

“Pelaku pakai motor matic tanpa plat nomor polisi. Pelaku mengaku warga Kecamatan Gerih,” kata Fajar.

Fajar sudah melaporkan kasus yang dialaminya itu kepada pihak berwajib. Fajar berharap pelaku bisa segara diamankan, agar tidak ada korban-korban lainnya.

“Sudah dilaporkan, semoga bisa segera tertangkap dan terungkap pelaku pengedar uang palsu yang meresahkan warga,” papar Fajar Hayu Anata, warga Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi korban pengedar uang palsu saat bertransaksi jual beli HP. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES