Hukum dan Kriminal

Cinta Segitiga Berujung Maut, Pelaku Bunuh Indriana karena Cemburu

Jumat, 01 Maret 2024 - 19:12 | 31.59k
Tim Basarnas saat mengevakuasi jasad Indriana yang dibuang di Kota Banjar. (FOTO: Milea/FB/Istimewa)
Tim Basarnas saat mengevakuasi jasad Indriana yang dibuang di Kota Banjar. (FOTO: Milea/FB/Istimewa)

TIMESINDONESIA, BANJAR – Polisi mengungkap motif para pelaku pembunuhan Indriana (25), gadis asal Cipinang Jakarta Timur yang dibuang di Kota Banjar.

Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan mengungkap korban dihabisi nyawanya karena terlibat cinta segitiga dengan 2 pelaku.

"Motifnya dilatarbelakangi hubungan asmara antara korban dengan tersangka DA yang juga merupakan pacar tersangka DP," ungkapnya, Jumat (1/3/2024).

Motif pembunuhan terungkap usai polisi membekuk 3 tersangka yaitu DA dan DP yang merupakan sepasang kekasih serta MR yang berperan sebagai eksekutor.

"Setelah menjalani olah TKP dan serangkaian penyidikan, akhirnya kita bisa ungkap motifnya," jelasnya.

Kronologi kejadian dimulai dari kecemburuan DP terhadap korban yang sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya DA sehingga munculah skenario pembunuhan yang mengintai Indriana dengan melibatkan MR yang diperintahkan sebagai sang Algojo.

Ketiganya kemudian mengajak korban ke Puncak dan kemudian korban dihabisi di dalam mobil oleh MR dengan cara menjerat lehernya dengan menggunakan ikat pinggang di kawasan Bukit Pelangi Kabupaten Bogor.

"Saat dihabisi, korban duduk di kursi depan bersama DA dan MR yang duduk di kursi tengah belakang korban kemudian menjerat lehernya," beber KBP Surawan.

Setelah dihabisi, ketiga pelaku dengan menggunakan mobil rentalan sempat kebingungan mencari lokasi untuk membuang jasad korban.

"Mereka sempat berkeliling di Jakarta, kemudian ke Cirebon, Kuningan dan akhirnya membuangnya di Kota Banjar Jawa Barat," ungkapnya.

Karena diduga melakukan pembunuhan secara berencana, Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 338, 340, dan 365 KUHP Ayat 4.

"Mereka terancam hukuman pidana maksimal hukuman mati," Tegas Kombes Pol Surawan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES