Hukum dan Kriminal

Korban Bullying Siswa SMP di Kota Malang Kini Takut ke Sekolah

Senin, 04 Maret 2024 - 17:10 | 46.75k
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Peristiwa perundungan atau bullying antar siswa di SMP Nasional Malang terus berlanjut. Kini, pelaku maupun korban tengah mendapatkan pembinaan dari para psikologi dari Unit PPA Polresta Malang Kota maupun Dinsos-P3AP2KB Kota Malang.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito mengatakan, pihaknya mengirimkan petugas ke rumah korban untuk dilakukan pembinaan khusus. Sebab, kata Donny, korban sendiri saat ini trauma dan enggan kembali ke sekolah.

Advertisement

"Kami mengirimkan petugas ke rumah korban, karena indikasi korban tidak berani sekolah, sehingga kita datangkan psikolog untuk pendampingan," ujar Donny saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang, Senin (4/3/2024).

Pendampingan secara khusus dari pihak Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, untuk mengembalikan minat korban agar mau kembali belajar ke sekolah.

"Ya supaya mau sekolah, menguatkan nantinya," ungkapnya.

Ia menyebut, alasan korban takut kembali ke sekolah, karena takut bertemu pelaku bullying yang memang satu kelas dengannya di kelas 7 SMP Nasional.

"Takut enggan ketemu pelaku yang jadi teman sekolah," katanya.

Di sisi lain, tindakan kekerasan bullying tersebut, Donny menyebut ada faktor kebiasaan dilingkungan. Dia menambahkan awalnya bermain-main, akhirnya bisa keterusan dan menjurus ke ranah bullying dan kekerasan.

"Saya pikir mereka awalnya main main, akhirnya keterusan. Misal mengolok-olok dan seterusnya," tuturnya.

Bisa jadi faktor lain adalah ketidaktahuan siswa atas apa yang mereka perbuat, yakni bullying yang memang bisa masuk ke ranah hukum.

"Ketidaktahuan mereka bahwa bullying itu merupakan salah satu pelanggaran hukum dan dilarang," tandasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES