Hukum dan Kriminal

Polresta Cilacap Ungkap Sosok Ibu yang Buang Bayinya di Saluran Irigasi

Senin, 25 Maret 2024 - 13:21 | 18.47k
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Ruruh Wicaksono (kanan) menunjukkan foto kondisi bayi yang dibuang. (FOTO: Humas Polresta Cilacap for TIMES Indonesia)
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Ruruh Wicaksono (kanan) menunjukkan foto kondisi bayi yang dibuang. (FOTO: Humas Polresta Cilacap for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, CILACAPPolres Cilacap mengungkap sosok ibu yang membuang bayi di saluran irigasi Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang, Cilacap, Senin (25/3/2024). 

Pembuangan bayi di saluran irigasi itu dilakukan seorang ibu muda berusia 15 tahun berinisial ADS, dan masih berstatus pelajar.

Saat ini, ADS masih dirawat di RSUD Majenang karena pendarahan.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, pasca penemuan jasad bayi berjenis kelamin perempuan pada hari Jumat sekitar pukul 05.00 WIB itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Cilacap langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua si bayi.

"Pada hari Sabtu, 24 Maret 2024 kita mendapat laporan dari rumah sakit bahwa ada seorang wanita yang dirawat dengan kondisi pendarahan. Kemudian tim kami langsung mendatanginya. Dari hasil interogasi, wanita tersebut mengaku merupakan ibu dari bayi yang dibuangnya (di saluran irigasi)," ucap Kapolresta Cilacap, Senin (25/3/2024). 

Ruruh Wicaksono mengatakan, pelaku yang masih di bawah umur  mengaku melahirkan di rumah tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.

"Sesaat setelah bayi dilahirkan, mulut bayi itu disumpal dengan pakaian dalam, sehingga menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia. Setelah itu, oleh pelaku bayi tersebut dibawa keluar rumah dan dibuang ke saluran irigasi," katanya

Ruruh menandaskan, kepolisian
nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap ADS yang saat ini masih dirawat di rumah sakit tersebut, serta mencari pelaku lain jika ada yang terlibat dalam kasus pembuangan bayi ini.

Pelaku disangkakan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 10 tahun.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, Arida Pujihastuti menekankan pentingnya pengawasan para orang tua terhadap pergaulan anak-anaknya di masyarakat.

"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anak mereka dalam menghadapi pergaulan bebas di masyarakat, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Arida. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES