Hukum dan Kriminal

Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Lansia Tanpa Identitas di Pasar Kepanjen

Selasa, 16 April 2024 - 18:10 | 15.68k
Personel Satreskrim saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara penemuan mayat lansiar di lorong Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (16/4/2024) pagi. (Foto Humas Polres)
Personel Satreskrim saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara penemuan mayat lansiar di lorong Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (16/4/2024) pagi. (Foto Humas Polres)

TIMESINDONESIA, MALANG – Aparat Polres Malang melakukan penyelidikan mayat seorang wanita lanjut usia di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (16/4/2024). Wanita tanpa surat identitas itu ditemukan tergeletak tak bernyawa, di dalam lokasi Pasar Kepanjen saat pagi buta tadi.

Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut. Menurutnya, tim identifikasi unit reskrim telah berhasil mengidentifikasi penemuan jasad tersebut.

"Mayat yang ditemukan, diketahui berinisial SR (51), warga Dusun Krajan, Desa dan Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Jasadnya ditemukan di dalam Pasar Kepanjen," ungkap Ipda Dicka di Polres Malang, Selasa (16/4).

Ia menjelaskan, kronologi penemuan mayat diketahui saat penjaga keamanan pasar KS (52), melakukan patroli di dalam pasar, pada Selasa (16/4/2024) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, KS mendapati jasad SR dalam posisi telentang, tidak sadarkan diri di salah satu lorong gelap di dalam pasar. 

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga lalu diteruskan ke Polsek Kepanjen. Petugas yang dihubungi kemudia ln segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan petunjuk. 

Di sekitar jasad, lanjut Ipda Dicka, ditemukan uang tunai sejumlah Rp 189 ribu, serta botol minyak angin yang tersimpan dalam saku baju. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen, guna pemeriksaan visum luar.

Hasil pemeriksaan luar, menurutnya tidak terdapat bekas penganiayaan atau tanda kekerasan pada jasad SR. Polisi kemudian menghubungi pihak keluarga, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

“Pemeriksaan luar bersama petugas medis tidak ditemukan tanda bekas kekerasan maupun penganiayaan terhadap jenazah,” imbuhnya.

Sesuai keterangan keluarga yang dihubungi, menyatakan jika semasa hidup SR memiliki riwayat penyakit stroke. Perwakilan keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan membuat pernyataan tidak bersedia melakukan autopsi terhadap jasad SR. 

“Jenazah kemudian dibawa pulang untuk disemayamkan. Namun kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada tindak pidana dalam kasus ini,” tandas Ipda Dicka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES