Hukum dan Kriminal

WNA Asal India Diburu Polisi dan Imigrasi Terkait Video Viral Pesta Seks di Ubud

Minggu, 12 Mei 2024 - 21:37 | 16.46k
Video viral yang mempertontonkan adegan tak pantas dan menyimpang beredar di medsos. (Foto: IG Kamera pengawas/istimewa)
Video viral yang mempertontonkan adegan tak pantas dan menyimpang beredar di medsos. (Foto: IG Kamera pengawas/istimewa)

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Beredarnya video yang menunjukan adanya semacam aktivitas seks bebas yang dilakukan sejumlah WNA di kawasan Ubud membuat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar buka suara untuk mengklarifikasi video viral tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Tedy Riyandi menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti video yang menampilkan perbuatan tidak pantas dan menyimpang yang dilakukan oleh sekelompok WNA tersebut.

"Kami langsung menerjunkan tim intelijen dan penindakan ke lapangan serta berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Polri dalam hal ini Polres Gianyar guna pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk mendapatkan fakta," ungkapnya, Minggu (12/5/2024).

Ia mengaku sudah mengantongi salah satu identitas WNA yang ada di dalam video viral tersebut.

"Dari hasil pengecekan di database kami, WNA tersebut saat ini sudah tidak berada di Indonesia, " jelasnya.

WNA tersebut disebutkan telah meninggalkan Indonesia pada bulan April lalu tepatnya pada tanggal 22 April 2024.

"Jadi dapat kami simpulkan saat ini bahwa video yang viral tersebut merupakan video lama," sambungnya.

Tedy berujar bahwa pihaknya juga akan melayangkan surat pemanggilan kepada penjamin/sponsor dari WNA tersebut dalam waktu dekat ini.

"Hal ini kami laksanakan untuk meminta keterangan dari sponsor, karena bagaimanapun sponsor/penjamin mempunyai tanggung jawab terhadap WNA yang dijamin olehnya selama keberadaannya di Indonesia.” tambahnya.

Tedy menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen penuh dalam hal pengawasan dan penindakan terhadap WNA yang berada di Wilayah Indonesia maupun di Bali yang sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.

"Utamanya untuk menjaga keamanan dan Iklim yang baik di pulau Bali," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H menyampaikan bahwa saat ini Satreskrim Polres Gianyar sedang melakukan lidik atas kejadian tersebut.

"Dari hasil lidik terhadap vidio di Medsos pelaku merupakan WNA asal India dengan identitas atas nama Satyarthiprateek, termasuk pesertanya juga semua WNA," ungkapnya.

Adapun lokasi yang terlihat dalam vidio tersebut, lanjut Kabid Humas Polda Bali diduga dilaksanakan tanpa ijin dari pemilik lokasi.

"Lokasinya pun berpindah-pindah ya, ini merupakan potongan-potongan vidio diperkirakan ada di daerah Ubud Gianyar, namun dari hasil pengecekan di beberapa lokasi yang kita curigai, sementara pemilik lokasi tidak mengakui adanya kegiatan sesat tersebut di tempatnya, " jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Polda Bali beserta instansi terkait tetap akan melakukan penyelidikan dan langkah-langkah lainnya terhadap dugaan peristiwa tersebut untuk memastikan agar tidak boleh terulang kembali, karena dapat mencoreng citra Bali yang terkenal dengan budaya, tradisi dan adat istiadat yang penuh dengan sopan santun dan kasih.

"Jadi, kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang, jangan mudah terprovokasi, percayakan ke pihak yang berwenang, dan wisatawan baik mancanegara maupun lokal yang berkunjung ke Bali wajib untuk selain mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, juga menghormati adat istiadat dan budaya di Bali, serta mari kita bersama jaga Bali agar tetap ajeg dan Santi," Imbau Kombes Pol Jansen. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES