Indonesia Positif

Generasi Milineal Kandank Oewang Kembangkan Ternak Tanpa Ngarit

Minggu, 26 April 2020 - 09:47 | 346.98k
Peternakan Domba Terpadu.
Peternakan Domba Terpadu.

TIMESINDONESIA, BATU – Menteri pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH menegaskan bahwa ketersediaan pangan bagi 267 juta masyarakat Indonesia harus tersedia melalui peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan, agar kesejahteraan petani meningkat dengan perbaikan daya saing dan meningkatkan nilai eksport.

Pertanian tidak boleh berhenti dibutuhkan sekelompok anak muda yang meniliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan brorientasi eksport agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri panagan tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dr. Dedy Nurshamsi, M.Agr.

Advertisement

bbpp-batu-b80bf4fbab8480fdb.jpg

Ada perkumpulan generasi millenial mendirikan wadah yang di beri nama “Kandank Oewang" yang tersurat dalam lembagan Koperasi Slamet Agri Kultur melakukan usaha di bidang kambing/domba, mulai dari pembibitan, penggemukan, penanganan pakan, pengobatan penyakit, sampai jasa pelatihan, pembuatan kandang serta penyusunan pakan silase komplit feed.

Kandank Oewang di tengah covid 19 juga mengembangkan pakan ternak kambing/domba yang tidak harus mengarit/merumput setiap hari, tetapi saat banyak limbah pertanian melimpah kendank oewang membuat pakan silsese komplit untuk pakan ternak kambing/domba, tetapi tetap mengikuti SOP pencegahan Covid 19 dengan jaga jarak, pakai masker saat berkerja, cuci tangan atau mandi dengan sabun setelah selesai aktivitas.

bbpp-batu-c49e0e155929fd377.jpg

Dalam penyusunan silase komplit feed bahan-bahan yang di perlukan ada jenis rumput, daun-daunan, leguminosa dan campuran bahan lainnya, untuk mendalami usaha ini dapat mengikuti pelatihan secara online dan dapat bergabung dengan kandank oewang.

Produk silase kandank oewang dijual pada umum dan group dengan harga Rp 1100/kg baik dalam kemasan plastic atau drum, rata-rata penjualan sampai bulan maret per bulan mencapai 30 ton wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES