Advertisement
Indonesia Positif

Manfaatkan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KSM Unisma Ajak Santri Membuat Ecobrick

Pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk tetap tinggal di dalam rumah masing-masing. Berdiam diri di rumah dalam waktu yang cukup lama ternyata menyisakan masalah tersendiri, yaitu meningkatnya konsumsi plastik.

TIMES Indonesia,
Manfaatkan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KSM Unisma Ajak Santri Membuat Ecobrick
Mahasiswa KSM Unisma melakukan sosialisasi daur ulang sampah melalui pembuatan ecobrick kepada santri putri Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk tetap tinggal di dalam rumah masing-masing. Berdiam diri di rumah dalam waktu yang cukup lama ternyata menyisakan masalah tersendiri, yaitu meningkatnya konsumsi plastik.

Mengatasi persoalan ini, salah satu mahasiswa Peserta KSM Tematik Kelompok 31 Universitas Islam Malang, Dewi Rifkah Imroatul Kholifah melakukan sosialisasi daur ulang sampah melalui pembuatan ecobrick kepada santri putri Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik, Rabu (24/02/21).

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Konsumsi plastik selama stay at home meningkat drastis, hal ini dikarenakan adanya larangan keluar rumah jika tidak mendesak, otomatis membuat kita membeli kebutuhan untuk 3-5 hari sekali belanja yang mayoritas pengemasannya menggunakan plastik.

Sisa plastik tersebut dapat kita manfaatkan menjadi bahan pembuatan ecobrick. "Ecobrick ini sangat berguna dalam mengurangi sampah yang ada dipondok, terutama sampah plastik yang sampai hari ini terus bertambah banyak," tutur Fani, Pengurus Putri Pondok Pesantren Qomaruddin.

Ecobrick sendiri adalah botol plastik bekas yang penuh berisi segala jenis plastik bekas, bersih dan kering, mencapai kepadatan tertentu berfungsi sebagai kerajinan seperti meja, sofa, maupun balok bangunan yang dapat digunakan berulang-ulang.

Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan ecobrick sangat terjangkau. Adapun bahan utama yang harus tersedia dalam membuat ecobrick adalah sampah plastik. Jenis sampah plastik yang dimaksud di sini bisa bermacam-macam, mulai dari kemasan deterjen, kemasan minuman, kantong plastik sekali pakai (kresek), sampai dengan bungkus makanan. Selain itu kita juga bisa menggunakan kertas dan kapas bekas sebagai bahan ecobrick.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Membuat ecobrick juga tergolong mudah, hanya saja membutuhkan teknik tersendiri agar ecobrick yang dihasilkan padat dan tahan lama. Lagkah pertama pembuatan ecobrick adalah menyiapkan bahannya. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan ecobrick adalah bahan yang bersih dan kering.

Langkah kedua yaitu masukkan sampah plastik kedalam botol plastik sedikit demi sedikit sambil ditekan menggunakan tongkat untuk mendorong semua sampah plastik agar padat di dalam botol. Jika masih tersisa rongga udara di dalam botol, isi kembali dengan sampah plastik sampai tidak ada rongga udara yang tersisa dan dorong kembali semua sampah plastik menggunakan tongkat. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Mahasiswa KSM Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia