Advertisement
Indonesia Positif

Warga Sumokali Sidoarjo Terserang DBD, Bambang Haryo Gercep Fogging Pemukiman Warga

Lima warga di Desa Sumokali Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo diketahui terserang deman berdarah dengue (DBD).

TIMES Indonesia,
Warga Sumokali Sidoarjo Terserang DBD, Bambang Haryo Gercep Fogging Pemukiman Warga
Bambang Haryo Soekartono didampingi Sekretarsi DPC Gerindra Sidoarjo, Sujayadi (kiri) dan Bambang Pujianto anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra menunjukkan flayer himbauan DBD yang ditempel dipemukiman Warga (foto dok BHS Peduli)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SIDOARJO Lima warga di Desa Sumokali Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo diketahui terserang deman berdarah dengue (DBD). Agar penyebaran DBD tidak menjangkiti warga lainnya, perwakilan warga meminta agar Ir. Bambang Haryo Soekartono atau BHS bersama Tim BHS Peduli melakukan fogging di wilayah tersebut.

Gerak cepat (gercep) Bambang Haryo bersama BHS Peduli pasca mendapatkan laporan dan permintaan fogging ke pemukiman padat penduduk dikawasan itu. 

Advertisement

Tak sendiri, Bambang Haryo Soekartono di dampingi anggota DPRD Sidoarjo fraksi Gerindra, Bambang Pujianto langsung turun ke lokasi fogging dan turut melakukan penyemprotan ke pemukiman warga.

"Kami mendapat laporan, ada lima warga dari Sumokali RW 1  dan RW 2 yang terjangkit demam berdarah. Maka langsung kita tindak lanjuti untuk penyemprotan pada Minggu (26/2/2023) kemarin. Harus gerak cepat agar tak menyebar ke warga lain," kata Bambang Haryo. 

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini mengharapkan agar pihak puskesmas setempat bisa bergerak cepat untuk melindungi warga dalam penanganan DBD. Tetapi informasi dari masyarakat, banyak aturan jika fogging baru bisa dilakukan jika warga yang terkena lebih dari lima orang.

fogging.gif
Bambang Haryo Soekartono saat lakukan penyemprotan fogging (foto dok BHS Peduli)

“Saya sayangkan kebijakan dari pada Puskesmas yang dimana mereka baru bertindak menyemprot di wilayah tersebut (yang kena DBD,Red) kalau penduduknya kena DB diatas lima atau minimum lima, kebijakan ini harus dirubah. Satu kena DB harus bertindak, puskesmas harus melindungi warga,” tegas Anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.

Advertisement

Untuk mencegah terjadinya DBD, BHS juga memasang imbauan dan cara mengantisipasi penyebaran DBD.  Seusai fogging di dua RW, BHS menyempatkan menjenguk dan memberikan bantuan uang tunai untuk dua korban DBD dibawah umur.

Sementara itu, petugas Puskesmas Candi Saikun membenarkan bahwa pihaknya baru bisa melakukan fogging dengan minimal adanya 5 orang korban. Kendati pencegahan seperti sosialisasi dan pemberian obat tetap dilakukan.

“Untuk pencegahan seperti sosialisasi dan pemberian obat tetap kami lakukan,” kata Saikun yang juga Ketua RW 1 tersebut.

Sementara itu, Bambang Pujianto anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra mengatakan akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk lebih cepat merespon jika ada warga yang terserang DBD.

“Akan kita beri masukan dinas kesehatan dan 26 kepala puskesmas di Sidoarjo untuk lebih tanggap menangani DBD,” kata Bambang Pujianto yang juga Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo ini. 

Pihaknya juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian Ir H Bambang Haryo Soekartono dan Tim BHS Peduli yang telah melakukan fogging gratis untuk warga Sumokali.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia