Indonesia Positif

Balap Motor Kapolres Cup di Bondowoso Dijadikan Ajang Edukasi Larangan Knalpot Brong

Minggu, 12 Maret 2023 - 17:23 | 87.60k
Salah satu pebalap usia dini saat mengikuti ajang balap motor Kapolres Cup di Bondowoso. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Salah satu pebalap usia dini saat mengikuti ajang balap motor Kapolres Cup di Bondowoso. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Ajang balap motor Kapolres Cup Bondowoso resmi digelar, Minggu (12/3/2023). Lokasi balap motor tersebut memanfaatkan lintasan di Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso.

Ternyata ajang balap motor Kapolres Cup tersebut juga dijadikan momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang larangan menggunakan knalpot brong.

Advertisement

Apalagi sebentar lagi sudah memasuki Bulan Suci Ramadan 1444 yang diperkirakan jatuh pada 23 Maret 2023.

Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko mengajak seluruh peserta dan penonton hadir, untuk tidak lagi melakukan pelanggaran lalu lintas. 

Menurutnya, salah satu pelanggaran yang masih kerap terjadi yakni menggunakan knalpot beong di jalan raya. 

"Karena dapat mengganggu konsentrasi pengendara lainnya, serta dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Kalau di race boleh," kata dia.

Penggunaan knalpot brong kata dia, saat ini dianggap masih banyak. Mengingat dalam operasi yang digelar selama tiga hari oleh Satlantas Polres Bondowoso, seratus lebih motor berhasil diamankan. 

Kapolres-Cup-di-Bondowoso-b.jpg

Oleh sebab itu, pihaknya mengaku masih akan terus menertibkan kendaraan, yang menggunakan barang tersebut.

“Kami tidak akan lelah menertibkan pelanggar lalu lintas,” imbuh dia saat memberikan sambutan.

Pihaknya berharap, ajang balap motor ini juga bisa memunculkan bibit pembalap profesional. Baik dari Bondowoso maupun luar daerah. 

Apalagi kata dia, salah satu cabang lombanya, juga ada untuk usia dini mulai dari umur lima hingga tujuh tahun. 

“Semoga bisa menjadi kegiatan positif, yang dapat melatih menjadi lebih profesional,” ujarnya.

Sementara, Dedy Agustian, peserta dari Kecamatan Wonosari mengaku, event ini dapat dijadikan sebagai ajang latihan, agar bisa mengikuti kompetisi yang lebih besar lagi. 

Daripada melakukan latihan di jalan raya dan balap liar, dengan potensi kecelakaan lebih tinggi. Serta dapat mengganggu kenyamanan pengendara lainnya. Maka ajang seperti ini sangat penting.

"Kalau bisa, sering-sering buat event kayak gini, supaya kami bisa terus mengasah skill balap kami," katanya.

Tidak hanya itu, Kejurda Jatim putaran pertama ini ternyata juga mampu menarik pebalap dari luar daerah untuk ikut berpartisipasi. Salah satunya dari Kabupaten Sumenep, Madura.

Hal ini menjadi gambaran peminat balap yang cukup banyak di Jatim. "Saya sampai kesini malam, sambil latihan untuk memahami medan jalan,” jelas dia saat mengikuti Kapolres Cup Bondowoso. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES