Indonesia Positif

Pemkab Blitar Perkuat Kerjasama dengan Pemkab Malang Soal Infrastuktur Perbatasan

Senin, 27 Maret 2023 - 21:17 | 68.24k
(Paling kanan) Kepala Bappeda Kabupaten Blitar Dr Jumali, SPd, MAP berfoto bersama dengan beberapa Kepala Bappeda usai mengikuti Musrenbang RKPD Kabupaten Malang, Senin (27/3/2023). (Foto: Dok. Bappeda Kab Blitar)
(Paling kanan) Kepala Bappeda Kabupaten Blitar Dr Jumali, SPd, MAP berfoto bersama dengan beberapa Kepala Bappeda usai mengikuti Musrenbang RKPD Kabupaten Malang, Senin (27/3/2023). (Foto: Dok. Bappeda Kab Blitar)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar memperkuat kerjasama dengan pemerintah kabupaten Malang dalam pembangunan infrastruktur perbatasan. Hal itu menjadi poin penting dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kabupaten Malang Tahun 2024 di Pendopo Agung, Senin (27/3/2023). 

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Dr Jumali, SPd, MAP mengatakan salah satu alternatif pemberdayaan perekonomian daerah perbatasan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang adalah meningkatkan kerjasama infrastuktur terutama jalan. 

Advertisement

‘’Kami berharap kerjasama infrastuktur jalan terutama di daerah perbatasan ditingkatkan dan dikonkretkan agar perekonomian daerah ini cepat tumbuh,’’ katanya, saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Malang tahun 2024.

Jumali menjelaskan, Pemkab Blitar dan Pemkab Blitar telah melakukan kerjasama pembangunan infrastuktur. Yakni pembangunan jalan antara Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar menuju Gunung Kawi dan Gunung Kawi menuju Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. 

"Langkah ini dilakukan untuk membuka akses kedua daerah dalam rangka memperlancar transportasi dan membuka daerah wisata," tambahnya.

Demikian juga, akses daerah selatan yang dimulai dari Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar sampai Kecamatan Donomulyo, batas Kabupaten Malang. Kerjasama lain adalah, kedua daerah juga sama-sama mengajukan peningkatan jalan Wlingi, Kabupaten Blitar sampai Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang untuk ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi Jalan Propinsi.

‘’Kalau ini dinaikan statusnya menjadi jalan propinsi tentu saja beban kedua daerah menjadi ringan karena biaya pemeliharaan dibebankan kepada APBD Propinsi Jawa Timur,’’  jelasnya.

Kedepan, lanjutnya, kerjasama kedua daerah tidak hanya infrastuktur tapi juga bidang lain, misalnya pengiriman telur. 

’’Kami penghasil telur terbesar di Jatim. Bahkan Blitar menyumbang 30 % telur nasional,’’ kata Jumali. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES