Indonesia Positif

Satpol PP Ngawi Ajak Kicau Mania Berantas Rokok Ilegal

Minggu, 17 September 2023 - 14:50 | 25.65k
Suasana gantangan, lomba burung berkicau dalam rangka sosialisasi gempur rokok ilegal di Ngawi. (Foto: M. Miftakul/TIMES Indonesia)
Suasana gantangan, lomba burung berkicau dalam rangka sosialisasi gempur rokok ilegal di Ngawi. (Foto: M. Miftakul/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, NGAWISatpol PP Ngawi mengajak para pecinta burung kicauan (kicau mania) untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Ajakan berantas rokok ilegal, dikemas dalam acara lomba burung berkicau Bupati Ngawi Cup 2023, di alun-alun merdeka pada Minggu (17/9/2023).

Lomba burung berkicau Bupati Ngawi Cup 2023 memperebutkan juara di 4 kelas perlombaan. Yakni kelas Bupati, Wakil Bupati, Gempur, dan Satpol PP Ngawi. SedangkanĀ  jenis burung kicauan kicau mania yang dilombakan, antara lain Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, Cendet, dan Love Bird.

Advertisement

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan, lomba burung berkicau dalam rangka gempur rokok ilegal mememiliki dampak terhadap ekonomi kerakyatan. Hal itu berkaitan dengan ekosistem perekonomian di kicau mania yang begitu luas.

"Potensi kegiatan kicau mania ini berdampak pada ekonomi kerakyatan yang luar biasa. Mulai dari pembudidaya, penghobi, penjual pakan, dan lain-lain," kata Bupati Ony.

Bupati Ony bilang, Pemkab Ngawi akan mendukung kegiatan para kicau mania, selama kegiatan itu mampu memupuk keguyuban, dan kerukunan masyarakat. Terlebih, dapat menggerakan ekonomi masyarakat.

Satpol-PP-Ngawi-2.jpgBupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat memberikan keterangan. (Foto: M. Miftakul/TIMES Indonesia)

"Insya Allah akan dilaksanakan rutin," kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Lomba burung berkicau di Kabupaten Ngawi dalam rangka memberangus peredaran rokok ilegal. Kepala Satpol PP Kabupaten Ngawi Rahmad Didik mengatakan, lomba burung kicauan tersebut diikuti ratusan peserta. Tidak hanya kicau mania dari Ngawi saja, para peserta penghobi burung kicauan dari luar daerah juga turut serta mengikuti lomba.

"Kami berupaya, semua komunitas akan kami sosialisasikan mengenai larangan peredaran rokok ilegal. Seluruh program sosialisasi ini, dibiayai anggaran DBHCHT," kata Didik.

Dengan masifnya sosialisasi tentang rokok ilegal, Didik optimistis, di Kabupaten Ngawi zero peredaran rokok bodong. Pun demikian, apabila masyarakat mengetahui peredaran rokok ilegal, Didik mengimbau agar segera melaporkan ke petugas.

"Silahkan laporkan ke Satpol PP, polisi, atau ke Kejaksaan," imbau Rahmad Didik Kasatpol PP Kabupaten Ngawi.

Satpol-PP-Ngawi-3.jpgSalah satu peserta kicau mania, usai mengadu suara burung jenis Murai Batu. (Foto: M. Miftakul/TIMES Indonesia)

Sementara itu Avan Ferdi petugas Pemeriksa Bea dan Cukai Madiun menerangkan ciri-ciri rokok ilegal. Diantaranya, polos tidak memiliki pita cukai, pita cukai palsu, pita cukai tidak sesuai dan pita cukai bekas. Rokok dengan ciri tersebut dilarang beredar.

"Kami berharap masyarakat yang menemui rokok tersebut segera melapor petugas," kata Avan.

Avan menilai sosialisasi peredaran rokok ilegal dengan melibatkan komunitas seperti kicau mania cukup efektif meredam peredaran rokok bodong. Hal itu terbukti dengan turunnya angka penindakan terkait kasus peredaran rokok ilegal.

"Penindakan dari tahun ke tahun cenderung turun. Secara tidak langsung, itu efek dari sosialisasi rokok ilegal," kata Avan Ferdi petugas pemeriksa Bea dan Cukai Madiun saat lomba burung berkicau di Kabupaten Ngawi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES