Indonesia Positif

Mendes PDTT Ajak Masyarakat Lebih Sering Pakai Batik

Senin, 02 Oktober 2023 - 14:59 | 38.04k
Mendes PDTT dan pejabat serta ASN dilingkungan Kemendes PDTT mengenakan batik saat upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang juga bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada Senin (2/10/2023). (FOTO: dok. Kemendes PDTT)
Mendes PDTT dan pejabat serta ASN dilingkungan Kemendes PDTT mengenakan batik saat upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang juga bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada Senin (2/10/2023). (FOTO: dok. Kemendes PDTT)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT RI), Abdul Halim Iskandar mengajak masyarakat untuk lebih sering mengenakan batik. 

Menurut Mendes PDTT RI, dengan adanya Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat mengenakan batik. 

Advertisement

Mendes PDTT RI menjelaskan, batik tidak hanya sebagai identitas nasional, tetapi juga sebagai simbol apresiasi terhadap melejitnya industri batik Indonesia, sehingga menjadi kebanggaan persatuan bangsa dalam keberagaman.

"Kita juga bersyukur, batik diakui sebagai kekayaan intelektual Indonesia yang diakui dunia yang non-benda," jelas Mendes PDTT RI saat menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kemendes PDTT RI Jakarta pada Senin (2/10/2023). 

Mendes PDTT RI menegaskan, masyarakat Indonesia sudah sepatutnya bangga menggunakan batik yang sudah diakui oleh dunia sebagai warisan budaya tak benda dan hanya dimiliki Indonesia saja. 

"Mari kita terus bangga dengan batik, karena batik itu tidak mengenal usia. Tua muda, Laki-laki perempuan, itu kalau pakai batik ganteng," tegas Mendes PDTT.

Batik Warisan Budaya Tak Benda

Pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). 

PDTT-2.jpgMendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (FOTO: dok. Kemendes PDTT)

Penetapan dari UNESCO yang merupakan organisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan ini membuat setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. 

Lantas apa yang menyebabkan batik ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia? Dilansir dari laman resmi UNESCO, karena batik dibuat dengan teknik, memiliki simbolisme, dan budaya yang sudah sangat melekat dengan kebudayaan Indonesia mulai dari awal kelahiran hingga akhir kematian. 

Batik sendiri merupakan kain yang bisa dijadikan pakaian dengan desain sehari-hari yang digunakan secara teratur dalam lingkungan bisnis, akademis dan upacara atau acara perayaan lainnya.

Kerajinan batik sendirinterjalin dengan identitas budaya masyarakat Indonesia dan, melalui makna simbolis dari warna dan desainnya, serta mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas masing-masing daerah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES