SD Muhammadiyah 1 Paron Bersama Dosen UNIPMA Madiun Susun Modul P5 secara Kolaboratif
Komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi siswa tiada hentinya dilakukan SD Muhammadiyah 1 Paron (Muhipa) Kabupaten Ngawi.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
NGAWI – Komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi siswa tiada hentinya dilakukan SD Muhammadiyah 1 Paron (Muhipa) Kabupaten Ngawi. Sebagai salah satu Sekolah Penggerak Angkatan 3, sekolah ini mengadakan workshop penyusunan modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini digelar sebagai upaya penguatan kompetensi guru dalam menyusun perencanaan kegiatan pembelajaran dan menciptakan inovasi kegiatan P5 yang menyenangkan bagi siswa.
Workshop ini digelar selama tiga hari dengan didampingi fasilitator sekolah penggerak dari UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun), Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si.

Selama pendampingan, SD Muhammadiyah 1 Paron memilih 3 tema yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, Kewirausahaan dan Bhinneka Tunggal Ika. Tiga tema ini disesuaikan dengan fase dari siswa. “Pemilihan tema sangat menarik dan kontekstual sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dalam menguatkan karakter Profil Pelajar Pancasila,” ungkap Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si selaku narasumber.
Narasumber dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa proses penyusunan modul P5 dimulai dari analisis potensi, karakter dan kebutuhan siswa. Fokus utama pelaksanaan P5 bukan pada produk yang dihasilkan, tapi proses dan penguatan karakter Profil Pelajar Pencasila yang akan dikembangkan pada siswa. “Kami sepakat bahwa adanya modul P5 sangat membantu guru sebagai panduan pelaksanaan P5 yang sistematis dan aplikatif,” ujar Dewi Budiningtyas, S.Pd., guru SDN Muhammadiyah 1 Paron.

Pelaksanaan P5 terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap inisiasi atau pengenalan; tahap kontekstualisasi; tahap aksi; dan tahap evaluasi dan refleksi. Masing-masing tahapan terdiri dari aktivitas siswa yang melatih dan menguatkan karakter.
“Harapannya pelaksanaan P5 di SD Muhammadiyah 1 Paron dapat berjalan dengan kondusif dan melibatkan stakeholder internal dan eksternal,” jelas Yanik Inafiroh, S.Pd.I, kepala SD Muhammadiyah 1 Paron. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

